Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Mei 2018

Kiat Menghemat Energi Listrik di Rumah Tangga

Mendengar tidak sama dengan melihat dan melihat tidak sama dengan melakukan. Ajaran seindah apapun tidak akan ada gunanya jika tidak dilakukan. Sayangilah listrik anda, mulailah dengan menggunakannya dengan hemat dengan menjalankan tips-tips berikut.


Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dan menumbuhkan sikap hemat energi listrik di rumah
tangga, antara lain : Menyambung daya listrik dari PLN sesuai dengan kebutuhan. Rumah Tangga kecil misalnya, cukup dengan daya 450 VA atau 900 VA, rumah tangga sedang cukup dengan daya 900 VA hingga 1300 VA. Memilih peralatan rumah tangga yang tepat dan sesuai kebutuhan. Membentuk perilaku anggota rumah tangga yang hemat listrik, seperti: Menyalakan alat-alat listrik hanya saat diperlukan. Menggunakan alat-alat listrik secara bergantian. Menggunakan tenaga listrik untuk menambah pendapatan rumah tangga (produktif). Peralatan listrik rumah tangga pada 
umumnya sudah dirancang untuk pemakaian listrik yang hemat, namun pada prakteknya masih ditemukan pemborosan energi listrik. Hal ini dapat terjadi antara lain karena penggunaan peralatan dengan cara yang kurang tepat.

Adapun Langkah-langkah Penggunaan Peralatan Listrik Rumah Tangga Dalam Menghemat Pemakaian Energi Listrik diantanya :

Penghematan Energi Pada Pencahayaan
  • Padamkan lampu apabila ruangan tidak dipakai.
  • Padamkan lampu pada siang hari.
  • Kurangi penerangan listrik yang berlebihan.
  • Atur letak perabot agar tidak menghalangi cahaya lampu dalam ruangan.
  • Menyalakan lampu halaman/taman bila hari benar-benar telah mulai gelap.
  • Matikan lampu halaman/taman bila hari sudah mulai terang kembali.

Penghematan Energi Pada Tata Udara

  • Memilih AC hemat energi dan daya yang sesuai dengan besarnya ruangan.
  • Gunakan kapasitas AC yang tepat dan efisien.
  • Gunakan pengatur waktu (timer) agar AC beroperasi hanya pada saat dibutuhkan.
  • Kontrol temperature dengan termostat.
  • Gunakan penutup pada bagian ruangan yang terkena sinar matahari langsung.
  • Usahakan pintu, jendela dan ventilasi udara selalu tertutup agar kelembaban cukup rendah.
  • Hindari menempatkan sesuatu yang menghalangi sirkulasi udara.
  • Bersihkan filter AC, coil kondensor dan sirip AC secara teratur.
  • Mengatur suhu ruangan secukupnya, tidak menyetel AC terlalu dingin.
  • Menempatkan AC sejauh mungkin dari sinar matahari langsung, agar efek pendingin tidak berkurang.
  • Matikan AC bila ruangan kosong dalam jangka waktu relatif lama.

Penghematan Energi Pada Pompa Air
  • Gunakan bak penampungan air (menyimpan air di posisi atas).
  • Gunakan pelampung air di penampungan.
  • Gunakan air secara hemat dan cegah kebocoran air pada kran dan pipa.

Sering terjadi pompa bekerja terus menerus, padahal tidak ada pemakaian. Penyebabnya adalah sebagai berikut :
  • Rele tekan ( pressure switch ) tidak bekerja.
  • Instalasi pipa air di dalam bangunan ada yang bocor.
  • Kran air tidak ditutup sempurna atau rusak.

Penghematan Energi Pada Mesin Cuci
  • Menggunakan mesin cuci sesuai dengan kapasitas.
  • Kapasitas berlebih mengakibatkan perlambatan perputaran mesin dan menambah beban pemakaian listrik.
  • Kapasitas yang kurang menyebabkan tidak efisien, karena mesin cuci tersebut menggunakan energi yang sama.
  • Gunakan pengering hanya pada cuaca mendung/hujan. Bila cuaca cerah, sebaiknya memanfaatkan sinar matahari.

Penghematan Energi Pada Lemari Pendingin
  • Memilih lemari es dengan ukuran / kapasitas yang sesuai.
  • Pintu lemari es ketika menutup harus selalu tertutup rapat.
  • Isi lemari es harus sesuai dengan kapasitas (Jangan terlalu sesak).
  • Tempatkan lemari es jauh dari sumber panas (kompor, sinar matahari langsung).
  • Tempatkan lemari es min. 15 cm dari tembok, agar sirkulasi udara ke kondensor baik.
  • Hindari penempatan bahan makanan / minuman yang masih terlalu panas.
  • Mengatur suhu lemari es sesuai kebutuhan. Karena semakin rendah temperatur ,semakin banyak energi listrik yang digunakan.
  • Ganti karet isolasi pada pintu / kabinet secepatnya apabila rusak.
  • Membersihkan kondensor ( terletak dibelakang lemari es ) secara teratur dari debu dan kotoran, agar proses pelepasan panas berjalan dengan baik.
  • Mematikan lemari es bila tidak digunakan dalam waktu lama.

Penghematan Energi Pada Setrika
  • Atur penggunaan tingkat panas yang disesuaikan dengan bahan yang diseterika (sutera, wol, polyster, katun dan sebagainya).
  • Bersihkan sisi besi bagian bawah seterika secara teratur agar penghantaran panas berlangsung baik
  • Menyeterika sekaligus banyak jangan hanya satu atau dua potong pakaian.
  • Mematikan seterika bila akan ditinggal cukup lama.

Penghematan Energi Lainnya
  • Kurangi pemakaian listrik pada waktu beban puncak pada jam 18.00 - 22.00
  • Gunakan Peralatan Listrik Hemat Energi
  • Matikan magic-jar atau magic-com bila nasi sudah tersisa sedikit karena listrik untuk menghangatkan nasi menjadi sia-sia.
  • Mematikan televisi, radio, tape recorder, serta perlatan audio visual lainnya, bila tidak ditonton atau didengarkan.
  • Lepaskan kabel peralatan listrik bila peralatan sedang tidak digunakan.
  • Bila peralatan listrik yang menggunakan sistem remote sedang tidak digunakan, jangan mematikan dengan remote control (stand by). Tetapi matikan dari tombol on-off atau lepaskan tusuk kontak.
  • Nyalakan water heater 20 menit sebelum air panas digunakan
  • Bersihkan secara periodik kaca jendela. Kaca jendela yang bersih akan meneruskan cahaya lebih banyak.
  • Bersihkan secara periodik bola lampu / tabung lampu beserta reflektornya agar supaya bersih agar tidak mengurangi cahaya.

Selasa, 10 April 2018

Membuat Power Bank Sendiri di Rumah

Gawai memudahkan kami untuk berjumpa bersama dengan siapa pun dan apa pun tanpa mesti singgah atau berjumpa. Kebutuhan bakal gawai secara tidak segera membuatmu makin butuh juga pada charger atau sumber energi yang enteng kamu bawa ke sana-ke mari (karena baterai gawai tidak bakal tahan 24 jam) dan power bank sebagai penambah energi baterai cadangan merupakan pilihan tepat. Pada perjumpaan kali ini, aku bakal mengulas rangkaian power bank yang barangkali kamu ingin membuatnya di rumah.

RANGKAIAN POWER BANK
DAYA YANG DIBUTUHKAN UNTUK MEMBUAT POWER BANK
Power bank merupakan pengisi energi baterai gawai atau smartphone yang memiliki bentuk portabel dan enteng kamu bawa ke mana saja. Alat ini bisa kamu memanfaatkan di saat keadaan sedang mendesak supaya gawaimu yang kehabisan energi bisa di-charger. menyediakan rangkaian IC Regulator LM7805 bersama dengan output tegangan sebesar 5 volt., supaya tetap berjalan semestinya. Pemilihan tegangan output 5 volt selanjutnya sebab didalam proses pengisian energi baterai membutuhkan tegangan yang lebih tinggi berasal dari tegangan yang diisi.

Sekarang banyak kok yang memicu power bank ini sendiri, hal ini disebabkan oleh ketidaksesuaian label power bank yang dijual di beberapa toko bersama dengan tenaga atau energi yang diberikan pada gawai. Bila kamu pernah mengalaminya: tertipu, maka membaca alternatif yang pas adalah membuat sendiri. Pada artikel ini kamu bakal mendapatkan langkah memicu powerbank, bersama dengan energi sesuai keinginanmu.

KOMPONEN RANGKAIAN POWER BANK
Di bawah ini bakal saya berikan Info lengkap tentang rangkaian power bank bernilai murah. Sewaktu kamu ingin merakit komponen power bank, aku rekomendasikan serapi barangkali supaya tampilannya nampak menarik. Bila perlu, kamu mesti memicu atau belanja wadah tersendiri supaya kesanya bagus. Soal output, kamu bisa memanfaatkan kepala USB female dan untuk menghubungkan ke gawai atau smartphone, memanfaatkan kabel USB. Silakan cermati gambar dibawah ini


DAFTAR KOMPONEN:
BT1: battery bersama dengan output 7,4 Volt
C2: kapasitor 1000uF/ 16V
C3: kapasitor 470uF/ 16V
R1: resistor 150 ohm
D1: lampu LED
U1: IC LM 7805 


Kamis, 05 April 2018

Troubleshooting Sendiri Masalah Listrik di Rumah


A. LAMPU ATAU STOP KONTAK MATI :
1.     Cek bohlam dan armatur lampu
Pada waktu lampu tiba-tiba mati maka cara pertama yang kami jalankan adalah cek bohlam lampu baik itu lampu PLS, PLC ataupun halogen. Pastikan bahwa lampu tidak mati atau rusak. Untuk armatur atau fiting lampu di pastikan bahwa tegangan / strum 220 V pada + dan – masuk terhadap fiting lampu. Silahkan menggunakan tespen.
2.     Cek kabel listrik
Pastikan bahwa kabel listrik jadi berasal dari titik lampu hingga saklar dan panel listrik di dalam keadaan aman.
3.     Cek saklar atau stop kontak
Buka saklar atau stop kontak berasal dari inbowdusnya dan pastikan kontak nya tidak terbakar.
4.     Cek Panel listrik
 
Troubleshooting Sendiri Penanganan Masalah Listrik di Rumah
Troubleshooting Sendiri Masalah Listrik di Rumah


B. LAMPU ATAU STOP KONTAK MATI :
1.     Cek bohlam dan armatur lampu
Pada waktu lampu tiba-tiba mati maka cara pertama yang kami jalankan adalah cek bohlam lampu baik itu lampu PLS, PLC ataupun halogen. Pastikan bahwa lampu tidak mati atau rusak. Untuk armatur atau fiting lampu di pastikan bahwa tegangan / strum 220 V pada + dan – masuk terhadap fiting lampu. Silahkan menggunakan tespen.
2.     Cek kabel listrik
Pastikan bahwa kabel listrik jadi berasal dari titik lampu hingga saklar dan panel listrik di dalam keadaan aman.
3.     Cek saklar atau stop kontak
Buka saklar atau stop kontak berasal dari inbowdusnya dan pastikan kontak nya tidak terbakar.
4.     Cek Panel listrik
Silahkan buka panel listrik dan pastikan MCB di dalam keadaan ON.

C. PERCIKAN API ATAU KEBAKARAN
Masalah :
1.     Fuse atau sekring tidak berfungsi.
2.     Ukuran kabel tidak sesuai bersama dengan beban yang di tanggung.
3.     Kelalaian pemanfaatan peralatan listrik (seterika lupa di cabut kabelnya )
Pencegahan /perawatan dan perbaikan :
1.     Tidak memengaruhi bagian pengaman (sekring)
2.     Tidak mengganti patron lebur bersama dengan kawat sembarangan.
3.   Periksa semua bagian instalasi mungkin ada kabel yang tidak mencukupi standar. Apabila ada ganti bersama dengan yang baru dan mencukupi standar
4.  Untuk ruangan yang senantiasa digunakan oleh alat pemanas atau alat-alat yang berdaya besar hendaknya dipasang pengaman tersendiri.

D. PANAS PADA ARMATUR LAMPU STOP KONTAK FITING ATAU SEKRING
Masalah :
1.   Luas penampang Kabel listrik terlalu kecil tidak sesuai bersama dengan kekuatan yang terpasang.
2.    Ada kelanjutan tidak bagus nempelnya, terhadap saluran dekat komponen tersebut
Pencegahan /perawatan dan perbaikan :
1.     Jangan jalankan penyambungan diluar kotak sambung. Apalagi kelanjutan terhadap pipa.
2.     Periksa semua kabel yang masuk terhadap komponen yang panas, juga membuka
kabel yang masuk terhadap pipa.
3.     Ganti kabel yang terdapat kelanjutan diutamakan dekat komponen yang panas
4.   Apabila tidak diketemukan kelanjutan periksa luas penampang kabel yang masuk terhadap komponen yang panas apakah mencukupi syarat.


E. PERCIKAN API ATAU KEBAKARAN
Masalah :
1.     Fuse atau sekring tidak berfungsi.
2.     Ukuran kabel tidak sesuai bersama dengan beban yang di tanggung.
3.     Kelalaian pemanfaatan peralatan listrik (seterika lupa di cabut kabelnya )

Pencegahan /perawatan dan perbaikan :
1.     Tidak memengaruhi bagian pengaman (sekring)
2.     Tidak mengganti patron lebur bersama dengan kawat sembarangan.
3.    Periksa semua bagian instalasi mungkin ada kabel yang tidak mencukupi standar. Apabila ada ganti bersama dengan yang baru dan mencukupi standar
4.  Untuk ruangan yang senantiasa digunakan oleh alat pemanas atau alat-alat yang berdaya besar hendaknya dipasang pengaman tersendiri.

F. PANAS PADA ARMATUR LAMPU STOP KONTAK FITING ATAU SEKRING
Masalah :
1.   Luas penampang Kabel listrik terlalu kecil tidak sesuai bersama dengan kekuatan yang terpasang.
2.     Ada kelanjutan tidak bagus nempelnya, terhadap saluran dekat komponen tersebut

Pencegahan /perawatan dan perbaikan :
1.     Jangan jalankan penyambungan diluar kotak sambung. Apalagi kelanjutan terhadap pipa.
2.     Periksa semua kabel yang masuk terhadap komponen yang panas, juga membuka
kabel yang masuk terhadap pipa.
3.    Ganti kabel yang terdapat kelanjutan diutamakan dekat komponen yang panas
4.  Apabila tidak diketemukan kelanjutan periksa luas penampang kabel yang masuk terhadap komponen yang panas apakah mencukupi syarat. 


Penyebab MCB sering turun (Jeglek)

Sebelumnya, mari kita pahami fungsi dasar dari perlunya keberadaan MCB di rumah. Mini Circuit Breaker, sebutan kepanjangan dari MCB, berfungsi hanya untuk menghalangi penggunaan energi sebagaimana golongan pelanggan yang kita ingin berdasarkan ketentuan yang diberlakukan oleh PLN.

Sehingga, jika MCB di rumah drop, umumnya dari kita punyai kesimpulan bahwa penggunaan energi listrik udah melebihi batas kapasitas yang diperkenankan untuk sanggup digunakan sebagaimana golongan pelanggan yang kita miliki. Dan kesimpulan itu memang benar demikian adanya.

Pada prakteknya juga begitu. Penyebab MCB drop adalah peredaran arus listrik di jaringan kabel listrik di rumah kita udah melebihi batas kapasitas MCB yang terpasang di meteran PLN. Hal yang kerap menjadi pertanyaan bagi kita adalah mengapa sanggup berjalan situasi layaknya itu?


Penyebab energi listrik melebihi kapasitas MCB
Apa penyebab energi listrik (Watt) di jaringan kabel sanggup melebihi kapasitas MCB?
Secara umum, kecenderungan terbesar berjalan pada perangkat elektronik / listrik yang mengkonsumsi energi melebihi kapasitasnya sementara awal dinyalakan (start up). Namun demikian, ada sebagian situasi di luar itu yang sanggup mengakibatkan MCB drop.

Di bawah ini, saya coba mendefinisikan sebagian garis besar yang jika sanggup mendekati gambaran dari kemungkinan tersebut.

1. Total penggunaan energi di atas kapasitas MCB
Tidak senantiasa kita menyimak berapa banyak perangkat elektronik / listrik yang dalam situasi menyala kala sementara berada di rumah. Ketika total mengkonsumsi energi dari para perangkat berikut udah mendekati batas kapasitas MCB, maka perangkat apa pun yang hendak kita nyalakan seterusnya sanggup mengakibatkan MCB drop.

Sehingga, meski pada umumnya masalah ini kerap berjalan sementara hendak menyalakan perangkat berdaya listrik besar, menyalakan perangkat berdaya listrik kecil pun (sebenarnya) sanggup menjadi penyebab MCB drop.

2. Pemadaman listrik
Pemadaman listrik sanggup juga menjadi penyebab MCB drop. Terjadinya bukan sementara listrik dalam situasi sedang padam, tapi kala listrik hendak kembali menyala. Voltase listrik sementara listrik kembali menyala setelah pemadaman, tidak senantiasa dalam situasi default / seharusnya.

Misalnya : voltase listrik terpasang di rumah adalah 220 Volt. Ini yang dinamakan voltase dalam situasi default / seharusnya. Ketika listrik kembali menyala setelah pemadaman, ada kemungkinan voltase yang turut menyertainya tidak sebesar 220 Volt (default). Bisa punya nilai lebih tinggi ataupun tidak cukup dari default-nya.

Seandainya listrik kembali menyala dalam situasi voltase lebih tinggi dari default-nya dan (di sementara yang sama) ada satu / sebagian perangkat yang situasi switch-nya sedang dalam posisi ON, kemungkinan besar MCB dapat drop.

Pada rumah yang udah terpasang stabilizer, pengaruh voltase demikian dapat pertama kali berkenaan stabilizer. Seandainya situasi voltase yang berjalan diluar batas atas toleransi stabilizer, maka MCB dapat drop.

3. Telah berjalan arus pendek
Selain ke-2 hal di atas, MCB drop sanggup juga disebabkan sebab arus pendek (korsleting). Ada sebagian hal yang sanggup menyebabkan korsleting, diantaranya : pelapukan pada pembungkus kabel, situasi perangkat yang kadaluarsa, situasi perangkat yang kotor berdebu dan situasi perangkat yang dulu terjatuh.

Apakah korsleting juga menjadikan energi (Watt) di jaringan kabel listrik bertambah? Bisa dikatakan demikian.

Kita dapat bersama cepat sanggup mempelajari langkah mencegah dan menanggulangi dua situasi pertama yang diekspresikan di atas. Tetapi, tidak sama bersama situasi ketiga. Seringkali kita dihadapkan bersama jalur buntu dalam mendapatkan dan pilih penyebab munculnya situasi tersebut.

Penyebab energi listrik melebihi kapasitas MCB.

Tindakan apa yang harus dilakukan…???
Agar sanggup meraba penyebab yang menyebabkan kemungkinan terjadinya arus pendek, kita harus menyiapkan langkah untuk menelusurinya.

Langkah awal yang harus dijalankan adalah menegaskan switch dari seluruh perangkat elektronik dalam posisi OFF tiap-tiap setelah berjalan MCB drop. Lalu, mengikuti langkah seterusnya cocok situasi rumah layaknya di bawah ini :

1. Rumah tanpa stabilizer
Seandainya MCB kembali drop kala dinaikkan, ada kemungkinan tidak benar satu perangkat elektronik yang tersambung bersama stopkontak (meskipun switch perangkat udah pada posisi OFF) menjadi penyebab munculnya arus pendek.

Untuk lebih menegaskan bahwa penyebabnya adalah perangkat elektronik, cabut steker seluruh perangkat dari stopkontak, lalu kembali nyalakan MCB.

Jika MCB kembali drop setelah situasi seluruh steker perangkat elektronik udah terlepas dari stopkontak, maka tersangka utamanya bukan pada perangkat elektronik. Melainkan munculnya arus pendek dari jaringan kabel listrik.

Jika steker perangkat elektronik udah kembali ditancapkan ke stopkontak dan MCB kembali drop sementara tidak benar satu perangkat dinyalakan, maka tersangka utama penyebab arus pendek berasal dari perangkat elektronik.

2. Rumah bersama stabilizer
Seandainya MCB kembali drop sementara kembali dinaikkan, cabut seluruh steker perangkat elektronik dari stopkontak dan kondisikan tiap-tiap saklar lampu dalam posisi OFF. Biarkan stabilizer senantiasa dalam situasi ON. Kemudian kembali naikkan switch MCB. Jadi, stabilizer harus menyala lebih-lebih dulu setelah switch MCB dinaikkan. Karena, terkecuali itu tidak sanggup dilakukan, ada kemungkinan berjalan rusaknya pada stabilizer.

Dan terkecuali benar berjalan rusaknya pada stabilizer, lumayan sampai step itu sanggup dipastikan jaringan kabel yang ada harus diperbaiki. Karena kemungkinan terbesar dari penyebab rusaknya pada stabilizer adalah pengaruh dari arus pendek yang berjalan terus menerus pada jaringan kabel. Diluar arus pendek terus menerus layaknya itu, stabilizer hanya sanggup tiba-tiba menjadi rusak akibat terkena pengaruh sambaran petir.

Seandainya stabilizer sanggup menyala tapi MCB kembali drop sementara perangkat elektronik yang ada terasa satu persatu dinyalakan, kita langsung sanggup mengidentifikasikan perangkat elektronik yang menjadi penyebab permasalahan munculnya arus pendek.

Tindakan apa yang harus dilakukan...???
Arus pendek dan stabilizer
Arus pendek yang ditimbulkan oleh perangkat elektronik, umumnya berbentuk ringan. Seperti permukaan perangkat yang “nyetrum” sementara tangan kita  menyentuhnya. Dan ini masih sanggup diatasi bersama mengakibatkan grounding skala kecil (menyambungkan kawat arde pada paku yang tertancap di dinding rumah). Seandainya arus pendek yang dihasilkan sampai taraf mengakibatkan MCB drop, kemungkinan rusaknya perangkat elektronik berikut udah lumayan parah.

Efek arus pendek yang lumayan besar, umumnya dihasilkan dari rusaknya pembungkus kabel atau kesalahan sambungan antar kabel pada jaringan kabel di rumah. Kondisi ini hanya sanggup diketahui bersama langkah menelusuri tiap-tiap jalur kabel yang terpasang di rumah. Hal itu berlaku sama baik bagi rumah bersama atau pun tanpa stabilizer.

Bedanya, pengaruh arus pendek dapat lebih mengarah lebih-lebih dulu pada stabilizer. Tanpa stabilizer, pengaruh arus pendek dapat mengarah secara acak pada tiap-tiap perangkat elektronik yang dalam situasi menyala. 

Senin, 12 Maret 2018

Menumpuk Stop Kontak, Amankah?


Pernahkan kalian menumpuk stop kontak? Misalnya, memasang colokan kabel TV, kabel kulkas, kabel charger HP, kabe dispenser, dll pada satu stop kontak. Menggunakan satu stop kontak untuk beberapa peralatan listrik ternyata dapat menimbulkan bahaya. Bahaya listrik bisa timbul dari busur listrik yang muncul dari pemasangan steker yang kendor karena terlalu banyak cabang. Namun sahabat, bisakah anda menyebutkan potensi bahaya lain dari penumpukan stop kontak ?. Nah, kali ini kita akan mengulas bersama sumber bahaya listrik dari pemakaian stop kontak bercabang.

PERALATAN LISTRIK STANDAR
Pertama kita harus mengenal dahulu stop kontak yang baik dan aman. Tidak perlu bingung, sederhananya komponen yang digunakan haruslah berstandar SNI yang biasanya terdapat pada pengenal. Adapun kabel stop kontak harus terstandarisasi Lembaga Masalah Kelistrikan (LMK). Logo LMK biasanya tercetak pada kemasan kabel. Lantas apa bedanya LMK dengan SNI? Sederhananya SNI adalah standarisasi produksi, sedangkan LMK merupakan lembaga yang melakukan pengujian suatu produk kelistrikan.

Kabel yang terstandarisasi memiliki pengenal tanda pengenal berupa tegangan kerja dan luas penampang kabel. Luas penampang kabel sangat menentukan Kuat Hantar Arus (KHA) maksimal. Kuat Hantar Arus (KHA) maksimal kabel berdasarkan luas penampang sudah diatur dalam Persayaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2000. Djoko Laras Budiyo Taruno, dalam diktatnya yang diunggah ke http://staff.uny.ac.id telah membahas jenis jenis kabel beserta perhitungan KHA maksimal berdasarkan PUIL. Untuk sederhananya, berikut saya bantu tampilkan tabel KHA berdasar luas penampang kabel :

PEMAKAIAN PERALATAN SESUAI STANDAR
Kemudian apa hubungannya KHA kabel dengan penumpukan stop kontak ?
Kabel stop kontak standar yang beredar di pasaran umumnya memiliki tipe NYM 3 x 1.5 mm. Berdasarkan tabel KHA, maka kabel tersebut mampu melewatkan arus maksimal sebesar 19 Ampere, dengan tegangan 220 volt. Kabel jenis ini digunakan untuk mensuplai daya sebesar 220 Volt x 19 Ampere = 4180 VA. Atau beban maksimal yang mampu diampu adalah sebesar 220 Volt x 19 Ampere x 0.8  = 3344 Watt.

Ternyata berdasarkan standar yang telah ditentukan, stop kontak tersebut mampu dipakai beban sebesar 3344 Watt. Apabila sahabat memasang beban lebih dari KHA tersebut menggunakan satu stop kontak, maka bahaya kebakaran akibat listrik dapat terjadi. Kabel sumber untuk stop kontak akan panas dan membakar isolasi kabel karena tidak mampu melewatkan arus. Masalahnya, banyak kita temui kabel stop kontak yang tidak standar. Stop kontak yang tidak standar memiliki luas penampang yang kecil. Luas penampang yang kecil tentu saja mampu melewatkan arus yang lebih kecil pula. Nah, saran penulis untuk sahabat sekalian pilihlah stop kontak yang standar (dapat dilihat di pengenal kabel). Selain itu pakailah beban listrik yang sesuai kemampuan kabel, perkirakanlah kemampuan penghantarnya. Jangan menumpuk beban, apabila hendak memasang beban tambahan maka pakai juga stop kontak tambahan. Ingat, utamakan keselamatan.

Rabu, 07 Maret 2018

Belajar Servis Peralatan Elektronika Dirumah

Belajar servis atau reparasi secara otodidak terkadang membuat seseorang mengerti akan praktek namun kurang memahami teori. Memang seorang tukang servis peralatan rumah tangga seperti TV, Radi, Blender, Magic com yang diinginkan hanyalah apa yang diperbaikinya bisa jadi dan normal kembali seperti semula. Meski tidak tahu teorinya, orang akan menyebutnya servis yang handal dan profesional karena apa yang diservisnya banyak yang jadi. Sedangkan seorang ahli teori dalam bidang elektronika terkadang ada juga saat memperbaiki atau servis barang elektronik, tidak jadi-jadi bahkan malah rusak. Mungkin itu sebagian kecil saja, karena pada dasarnya saat belajar service baik di lembaga pendidikan maupun Balai latihan kerja tentu diajarkan tentang problem solving dan menangani kerusakan. Namun bagaimana jika seseorang yang ingin belajar nyervis namun tidak ada biaya untuk sekolah atau kursus?. Ini juga menjadi tanda tanya besar bagi semua orang, karena tidak sedikit seseorang yang ingin menggapai cita-citanya namun terbentur dengan biaya. Namun jangan kecewa atau berkecil hati, meski belajar hanya dengan otodidak mudah-mudahan apa yang diinginkan bisa tercapai. Jadi tahap pertama dalam belajar service menurut saya adalah Niat dan Berdo'a semoga apa yang kita inginkan bisa terwujud. Selanjutnya berikut adalah tips dalam belajar service elektronika sendiri.
Peralatan Elektronika
Belajar servis atau reparasi secara otodidak terkadang membuat seseorang mengerti akan praktek namun kurang memahami teori. Memang seorang tukang servis peralatan rumah tangga seperti TV, Radi, Blender, Magic com yang diinginkan hanyalah apa yang diperbaikinya bisa jadi dan normal kembali seperti semula. Meski tidak tahu teorinya, orang akan menyebutnya servis yang handal dan profesional karena apa yang diservisnya banyak yang jadi. Sedangkan seorang ahli teori dalam bidang elektronika terkadang ada juga saat memperbaiki atau servis barang elektronik, tidak jadi-jadi bahkan malah rusak. Mungkin itu sebagian kecil saja, karena pada dasarnya saat belajar service baik di lembaga pendidikan maupun Balai latihan kerja tentu diajarkan tentang problem solving dan menangani kerusakan. Namun bagaimana jika seseorang yang ingin belajar nyervis namun tidak ada biaya untuk sekolah atau kursus?. Ini juga menjadi tanda tanya besar bagi semua orang, karena tidak sedikit seseorang yang ingin menggapai cita-citanya namun terbentur dengan biaya. Namun jangan kecewa atau berkecil hati, meski belajar hanya dengan otodidak mudah-mudahan apa yang diinginkan bisa tercapai. Jadi tahap pertama dalam belajar service menurut saya adalah Niat dan Berdo'a semoga apa yang kita inginkan bisa terwujud. Selanjutnya berikut adalah tips dalam belajar service elektronika sendiri.

Mengenal komponen elektronika atau listrik
Sebagai pelajar otodidak, tentu kita harus mengenal komponen elektronika atau kelistrikan, agar nantinya kita bisa tahu sistem kerja, cara penggunaan, nilai dan sebagainya. Jadi jika ada kerusakan kita tahu ini namanya apa? fungsinya apa?. Tidak mungkin kan kita mau beli komponen tapi tidak tahu namanya. 

Mencari Informasi tentang service elektronika
Membeli buku panduan, belajar online, bertanya kepada para ahli. Adalah bagian penting dalam belajar mereparasi, karena akan sulit sekali tanpa adanya bimbingan dalam mempelajari sesuatu. Oleh sebab itu sering bertanya dan membaca, Adalah hal yang perlu kita lakukan.

Membuat kerusakan dan diperbaiki sendiri (Problem Solving)
Memang hal ini butuh sebuah pengorbanan, akan tetapi dengan adanya problem solving ini kita bisa tahu mengenai penyebab dan juga cara menanganinya. Untuk itulah sering melakukan problem solving adalah hal terbaik dalam belajar mereparasi barang elektronik. Misalnya jika kita putus kabel steker atau saklar pada blender akan mengakibatkan tidak berfungsi atau mati total. Dengan begitu kita tahu bahwa mati total pada blender bisa juga disebabkan karena putusnya kabel steker atau saklar.

Mulai dari peralatan simple sampai ketinggkat yang lebih tinggi.
Memperbaiki senter, Setrika, Lampu led dan sebagainya adalah contoh peralatan rumah tangga yang simple. Karena didalamnya tidak begitu banyak komponen atau peralatan. Untuk itu kita bisa memulai dari peralatan yang simple seperti ini untuk diperbaiki. Yang penting kita tahu mana tegangan tinggi, mana yang nyetrum dan lainnya. Setelah kita memahami semuanya barulah kita bisa merangkak ketingkat yang lebih tinggi. seperti radio, tape dan sebagainya.

Dari beberapa hal diatas mungkin masih banyak lagi hal yang bisa kita lakukan untuk belajar servis sendiri. Yang penting adalah tetap semangat dan berusaha dalam mempelajarinya. Semoga sukses