Rabu, 18 April 2018

Mengukur Komponen Elektronika dengan Multimeter

Dengan pakai multimeter atau multitester atau avometer, kamu bisa melakukan pengukuran pada komponen elektronika. Multimeter atau multitester atau avometer merupakan alat yang bisa digunakan untuk mengukur arus listrik, tegangan, dan hambatan.

Terdapat dua model multimeter atau multitester atau avometer yang biasa kami kenal, yaitu analog dan digital. Saat ini multimeter digital lebih banyak digunakan dikarenakan diakui lebih mudah dan presisi. Seiring perkembangannya, multimeter tak cuma bisa digunakan untuk mengukuran arus listrik, tegangan, dan halangan saja, tetapi terhitung bisa digunakan untuk mengukur kapasitansi, frekuensi, hingga bersama dengan induksi.

Mengukur Komponen Elektronika dengan Multimeter

Cara Mengukur Komponen Elektronika
Multimeter sendiri terdiri atas tiga bagian penting, yaitu display sebagai penampil nilai, saklar selektor untuk pengaturan, dan probe sebagai penghubung komponen yang hendak diuruk. Berikut ini adalah cara mengukur sebagian komponen elektronika pakai multimeter atau multitester atau avometer.

1. Cara Mengukur Dioda bersama dengan Multimeter
  • Pertama-tama atur saklar multimeter pada posisi OHM (Ω) x100 atau x1k
  • Hubungkan probe merah pada kaki katoda (kaki yang ada gelangnya)
  • Hubungkan terhitung probe hitam pada kaki anoda
  • Lihat display multimeter, maka jarum dapat bergerak ke kanan jikalau kamu pakai multimeter analog. Namun jikalau kamu pakai multimeter digital, dapat segera nampak angka tertentu
  • Untuk tahu dioda rusak atau tidak, silahkan balik probe merah ke kaki anoda dan probe hitam ke kaki katoda
  • Jika jarum display multimeter bergerak, berarti barangkali dioda telah rusak

2. Cara Mengukur Transistor bersama dengan Multimeter

Transistor PNP
  • Jika kamu pakai multimeter digital, pertama-tama atur posisi saklar ke gambar dioda
  • Setelah itu pertalian probe hitam pada kaki basis (B), dan probe merah pada kaki emitor (E)
  • Jika display perlihatkan angka tertentu, berarti transistor dalam situasi baik
  • Untuk tahu transistor PNP rusak atau tidak, salahkan pertalian probe merah pada kaki kolektor (C)
  • Jika display perlihatkan angka tertentu, berarti barangkali transistor dalam situasi yang baik

Transistor NPN
  • Jika kamu pakai multimeter digital, pertama-tama atur posisi saklar ke gambar dioda
  • Setelah itu pertalian probe hitam pada kaki basis (B), dan probe merah pada kaki emitor (E)
  • Jika display perlihatkan angka tertentu, berarti transistor dalam situasi baik
  • Untuk tahu transistor PNP rusak atau tidak, salahkan pertalian probe hitam pada kaki kolektor (C)
  • Jika display perlihatkan angka tertentu, berarti barangkali transistor dalam situasi yang baik

3. Cara Mengukur Kapasitor bersama dengan Multimeter
  • Pertama-tama atur saklar selektor pada multimeter ke posisi kapasitor
  • Setelah itu hubungkan probe merah dan hitam ke kaki-kaki kapasitor
  • Lihat display pada multimeter

4. Cara Mengukur Resistor bersama dengan Multimeter
  • Pertama-tama atur posisi saklar multimeter ke posisi OHM
  • Setelah itu pertalian probe merah dan hitam ke kaki-kaki resistor
  • Lihat display pada multimeter

Sekian Info perihal cara mengukur komponen elektronika pakai multimeter atau multitester atau avometer. Semoga Info tadi bisa menambahkan manfaat 

Selasa, 10 April 2018

Membuat Power Bank Sendiri di Rumah

Gawai memudahkan kami untuk berjumpa bersama dengan siapa pun dan apa pun tanpa mesti singgah atau berjumpa. Kebutuhan bakal gawai secara tidak segera membuatmu makin butuh juga pada charger atau sumber energi yang enteng kamu bawa ke sana-ke mari (karena baterai gawai tidak bakal tahan 24 jam) dan power bank sebagai penambah energi baterai cadangan merupakan pilihan tepat. Pada perjumpaan kali ini, aku bakal mengulas rangkaian power bank yang barangkali kamu ingin membuatnya di rumah.

RANGKAIAN POWER BANK
DAYA YANG DIBUTUHKAN UNTUK MEMBUAT POWER BANK
Power bank merupakan pengisi energi baterai gawai atau smartphone yang memiliki bentuk portabel dan enteng kamu bawa ke mana saja. Alat ini bisa kamu memanfaatkan di saat keadaan sedang mendesak supaya gawaimu yang kehabisan energi bisa di-charger. menyediakan rangkaian IC Regulator LM7805 bersama dengan output tegangan sebesar 5 volt., supaya tetap berjalan semestinya. Pemilihan tegangan output 5 volt selanjutnya sebab didalam proses pengisian energi baterai membutuhkan tegangan yang lebih tinggi berasal dari tegangan yang diisi.

Sekarang banyak kok yang memicu power bank ini sendiri, hal ini disebabkan oleh ketidaksesuaian label power bank yang dijual di beberapa toko bersama dengan tenaga atau energi yang diberikan pada gawai. Bila kamu pernah mengalaminya: tertipu, maka membaca alternatif yang pas adalah membuat sendiri. Pada artikel ini kamu bakal mendapatkan langkah memicu powerbank, bersama dengan energi sesuai keinginanmu.

KOMPONEN RANGKAIAN POWER BANK
Di bawah ini bakal saya berikan Info lengkap tentang rangkaian power bank bernilai murah. Sewaktu kamu ingin merakit komponen power bank, aku rekomendasikan serapi barangkali supaya tampilannya nampak menarik. Bila perlu, kamu mesti memicu atau belanja wadah tersendiri supaya kesanya bagus. Soal output, kamu bisa memanfaatkan kepala USB female dan untuk menghubungkan ke gawai atau smartphone, memanfaatkan kabel USB. Silakan cermati gambar dibawah ini


DAFTAR KOMPONEN:
BT1: battery bersama dengan output 7,4 Volt
C2: kapasitor 1000uF/ 16V
C3: kapasitor 470uF/ 16V
R1: resistor 150 ohm
D1: lampu LED
U1: IC LM 7805 


Senin, 09 April 2018

Pengertian dan Fungsi Relay

Relay adalah Saklar (Switch) yang dioperasikan secara listrik dan merupakan komponen Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri berasal dari 2 bagian utama yaitu Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch). Relay menggunakan Prinsip Elektromagnetik untuk menjalankan Kontak Saklar sehingga bersama dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi. Sebagai contoh, bersama dengan Relay yang menggunakan Elektromagnet 5V dan 50 mA dapat menggerakan Armature Relay (yang bermanfaat sebagai saklarnya) untuk menghantarkan listrik 220V 2A.

Gambar Bentuk dan Simbol Relay
Dibawah ini adalah gambar wujud Relay dan Simbol Relay yang sering ditemukan di Rangkaian Elektronika.



Prinsip Kerja Relay
Pada dasarnya, Relay terdiri berasal dari 4 komponen dasar  yaitu :
  1. Electromagnet (Coil)
  2. Armature
  3. Switch Contact Point (Saklar)
  4. Spring

Berikut ini merupakan gambar berasal dari bagian-bagian Relay:


Kontak Poin (Contact Point) Relay terdiri berasal dari 2 tipe yaitu :
  • Normally Close (NC) yaitu keadaan awal sebelum diaktifkan akan selalu berada di posisi CLOSE (tertutup)
  • Normally Open (NO) yaitu keadaan awal sebelum diaktifkan akan selalu berada di posisi OPEN (terbuka)

Berdasarkan gambar diatas, sebuah Besi (Iron Core) yang dililit oleh sebuah kumparan Coil yang bermanfaat untuk mengendalikan Besi tersebut. Apabila Kumparan Coil diberikan arus listrik, maka akan timbul type Elektromagnet yang sesudah itu menarik Armature untuk bergeser berasal dari Posisi pada mulanya (NC) ke posisi baru (NO) sehingga jadi Saklar yang dapat menghantarkan arus listrik di posisi barunya (NO). 

Posisi dimana Armature selanjutnya berada pada mulanya (NC) akan jadi OPEN atau tidak terhubung. Pada sementara tidak dialiri arus listrik, Armature akan ulang ulang ke posisi Awal (NC). Coil yang digunakan oleh Relay untuk menarik Contact Poin ke Posisi Close terhadap umumnya hanya membutuhkan arus listrik yang relatif kecil.

Arti Pole dan Throw terhadap Relay
Karena Relay merupakan salah satu tipe berasal dari Saklar, maka arti Pole dan Throw yang dipakai di dalam Saklar terhitung berlaku terhadap Relay. Berikut ini adalah penjelasan singkat perihal Istilah Pole and Throw :
  • Pole : Banyaknya Kontak (Contact) yang dimiliki oleh sebuah relay
  • Throw : Banyaknya keadaan yang dimiliki oleh sebuah Kontak (Contact)

Berdasarkan penggolongan kuantitas Pole dan Throw-nya sebuah relay, maka relay dapat digolongkan jadi :
  • Single Pole Single Throw (SPST) : Relay golongan ini punya 4 Terminal, 2 Terminal untuk Saklar dan 2 Terminalnya ulang untuk Coil.
  • Single Pole Double Throw (SPDT) : Relay golongan ini punya 5 Terminal, 3 Terminal untuk Saklar dan 2 Terminalnya ulang untuk Coil.
  • Double Pole Single Throw (DPST) : Relay golongan ini punya 6 Terminal, diantaranya 4 Terminal yang terdiri berasal dari 2 Pasang Terminal Saklar sedang 2 Terminal lainnya untuk Coil. Relay DPST dapat dijadikan 2 Saklar yang dikendalikan oleh 1 Coil.
  • Double Pole Double Throw (DPDT) : Relay golongan ini punya Terminal sebanyak 8 Terminal, diantaranya 6 Terminal yang merupakan 2 pakai Relay SPDT yang dikendalikan oleh 1 (single) Coil. Sedangkan 2 Terminal lainnya untuk Coil.
  • Selain Golongan Relay diatas, terkandung terhitung Relay-relay yang Pole dan Throw-nya melebihi berasal dari 2 (dua). Misalnya 3PDT (Triple Pole Double Throw) ataupun 4PDT (Four Pole Double Throw) dan lain sebagainya.

Untuk lebih tahu perihal Penggolongan Relay berdasarkan Jumlah Pole dan Throw, silahkan lihat gambar di bawah ini


Fungsi-fungsi dan Aplikasi Relay
Beberapa fungsi Relay yang udah umum diaplikasikan kedalam peralatan Elektronika diantaranya adalah :
  1. Relay digunakan untuk menjalankan Fungsi Logika (Logic Function)
  2. Relay digunakan untuk memberi tambahan Fungsi penundaan sementara (Time Delay Function)
  3. Relay digunakan untuk mengendalikan Sirkuit Tegangan tinggi bersama dengan perlindungan berasal dari Signal Tegangan rendah.
  4. Ada terhitung Relay yang bermanfaat untuk menjaga Motor ataupun komponen lainnya berasal dari berlebihan Tegangan ataupun hubung singkat (Short). 

Kamis, 05 April 2018

Troubleshooting Sendiri Masalah Listrik di Rumah


A. LAMPU ATAU STOP KONTAK MATI :
1.     Cek bohlam dan armatur lampu
Pada waktu lampu tiba-tiba mati maka cara pertama yang kami jalankan adalah cek bohlam lampu baik itu lampu PLS, PLC ataupun halogen. Pastikan bahwa lampu tidak mati atau rusak. Untuk armatur atau fiting lampu di pastikan bahwa tegangan / strum 220 V pada + dan – masuk terhadap fiting lampu. Silahkan menggunakan tespen.
2.     Cek kabel listrik
Pastikan bahwa kabel listrik jadi berasal dari titik lampu hingga saklar dan panel listrik di dalam keadaan aman.
3.     Cek saklar atau stop kontak
Buka saklar atau stop kontak berasal dari inbowdusnya dan pastikan kontak nya tidak terbakar.
4.     Cek Panel listrik
 
Troubleshooting Sendiri Penanganan Masalah Listrik di Rumah
Troubleshooting Sendiri Masalah Listrik di Rumah


B. LAMPU ATAU STOP KONTAK MATI :
1.     Cek bohlam dan armatur lampu
Pada waktu lampu tiba-tiba mati maka cara pertama yang kami jalankan adalah cek bohlam lampu baik itu lampu PLS, PLC ataupun halogen. Pastikan bahwa lampu tidak mati atau rusak. Untuk armatur atau fiting lampu di pastikan bahwa tegangan / strum 220 V pada + dan – masuk terhadap fiting lampu. Silahkan menggunakan tespen.
2.     Cek kabel listrik
Pastikan bahwa kabel listrik jadi berasal dari titik lampu hingga saklar dan panel listrik di dalam keadaan aman.
3.     Cek saklar atau stop kontak
Buka saklar atau stop kontak berasal dari inbowdusnya dan pastikan kontak nya tidak terbakar.
4.     Cek Panel listrik
Silahkan buka panel listrik dan pastikan MCB di dalam keadaan ON.

C. PERCIKAN API ATAU KEBAKARAN
Masalah :
1.     Fuse atau sekring tidak berfungsi.
2.     Ukuran kabel tidak sesuai bersama dengan beban yang di tanggung.
3.     Kelalaian pemanfaatan peralatan listrik (seterika lupa di cabut kabelnya )
Pencegahan /perawatan dan perbaikan :
1.     Tidak memengaruhi bagian pengaman (sekring)
2.     Tidak mengganti patron lebur bersama dengan kawat sembarangan.
3.   Periksa semua bagian instalasi mungkin ada kabel yang tidak mencukupi standar. Apabila ada ganti bersama dengan yang baru dan mencukupi standar
4.  Untuk ruangan yang senantiasa digunakan oleh alat pemanas atau alat-alat yang berdaya besar hendaknya dipasang pengaman tersendiri.

D. PANAS PADA ARMATUR LAMPU STOP KONTAK FITING ATAU SEKRING
Masalah :
1.   Luas penampang Kabel listrik terlalu kecil tidak sesuai bersama dengan kekuatan yang terpasang.
2.    Ada kelanjutan tidak bagus nempelnya, terhadap saluran dekat komponen tersebut
Pencegahan /perawatan dan perbaikan :
1.     Jangan jalankan penyambungan diluar kotak sambung. Apalagi kelanjutan terhadap pipa.
2.     Periksa semua kabel yang masuk terhadap komponen yang panas, juga membuka
kabel yang masuk terhadap pipa.
3.     Ganti kabel yang terdapat kelanjutan diutamakan dekat komponen yang panas
4.   Apabila tidak diketemukan kelanjutan periksa luas penampang kabel yang masuk terhadap komponen yang panas apakah mencukupi syarat.


E. PERCIKAN API ATAU KEBAKARAN
Masalah :
1.     Fuse atau sekring tidak berfungsi.
2.     Ukuran kabel tidak sesuai bersama dengan beban yang di tanggung.
3.     Kelalaian pemanfaatan peralatan listrik (seterika lupa di cabut kabelnya )

Pencegahan /perawatan dan perbaikan :
1.     Tidak memengaruhi bagian pengaman (sekring)
2.     Tidak mengganti patron lebur bersama dengan kawat sembarangan.
3.    Periksa semua bagian instalasi mungkin ada kabel yang tidak mencukupi standar. Apabila ada ganti bersama dengan yang baru dan mencukupi standar
4.  Untuk ruangan yang senantiasa digunakan oleh alat pemanas atau alat-alat yang berdaya besar hendaknya dipasang pengaman tersendiri.

F. PANAS PADA ARMATUR LAMPU STOP KONTAK FITING ATAU SEKRING
Masalah :
1.   Luas penampang Kabel listrik terlalu kecil tidak sesuai bersama dengan kekuatan yang terpasang.
2.     Ada kelanjutan tidak bagus nempelnya, terhadap saluran dekat komponen tersebut

Pencegahan /perawatan dan perbaikan :
1.     Jangan jalankan penyambungan diluar kotak sambung. Apalagi kelanjutan terhadap pipa.
2.     Periksa semua kabel yang masuk terhadap komponen yang panas, juga membuka
kabel yang masuk terhadap pipa.
3.    Ganti kabel yang terdapat kelanjutan diutamakan dekat komponen yang panas
4.  Apabila tidak diketemukan kelanjutan periksa luas penampang kabel yang masuk terhadap komponen yang panas apakah mencukupi syarat. 


Penyebab MCB sering turun (Jeglek)

Sebelumnya, mari kita pahami fungsi dasar dari perlunya keberadaan MCB di rumah. Mini Circuit Breaker, sebutan kepanjangan dari MCB, berfungsi hanya untuk menghalangi penggunaan energi sebagaimana golongan pelanggan yang kita ingin berdasarkan ketentuan yang diberlakukan oleh PLN.

Sehingga, jika MCB di rumah drop, umumnya dari kita punyai kesimpulan bahwa penggunaan energi listrik udah melebihi batas kapasitas yang diperkenankan untuk sanggup digunakan sebagaimana golongan pelanggan yang kita miliki. Dan kesimpulan itu memang benar demikian adanya.

Pada prakteknya juga begitu. Penyebab MCB drop adalah peredaran arus listrik di jaringan kabel listrik di rumah kita udah melebihi batas kapasitas MCB yang terpasang di meteran PLN. Hal yang kerap menjadi pertanyaan bagi kita adalah mengapa sanggup berjalan situasi layaknya itu?


Penyebab energi listrik melebihi kapasitas MCB
Apa penyebab energi listrik (Watt) di jaringan kabel sanggup melebihi kapasitas MCB?
Secara umum, kecenderungan terbesar berjalan pada perangkat elektronik / listrik yang mengkonsumsi energi melebihi kapasitasnya sementara awal dinyalakan (start up). Namun demikian, ada sebagian situasi di luar itu yang sanggup mengakibatkan MCB drop.

Di bawah ini, saya coba mendefinisikan sebagian garis besar yang jika sanggup mendekati gambaran dari kemungkinan tersebut.

1. Total penggunaan energi di atas kapasitas MCB
Tidak senantiasa kita menyimak berapa banyak perangkat elektronik / listrik yang dalam situasi menyala kala sementara berada di rumah. Ketika total mengkonsumsi energi dari para perangkat berikut udah mendekati batas kapasitas MCB, maka perangkat apa pun yang hendak kita nyalakan seterusnya sanggup mengakibatkan MCB drop.

Sehingga, meski pada umumnya masalah ini kerap berjalan sementara hendak menyalakan perangkat berdaya listrik besar, menyalakan perangkat berdaya listrik kecil pun (sebenarnya) sanggup menjadi penyebab MCB drop.

2. Pemadaman listrik
Pemadaman listrik sanggup juga menjadi penyebab MCB drop. Terjadinya bukan sementara listrik dalam situasi sedang padam, tapi kala listrik hendak kembali menyala. Voltase listrik sementara listrik kembali menyala setelah pemadaman, tidak senantiasa dalam situasi default / seharusnya.

Misalnya : voltase listrik terpasang di rumah adalah 220 Volt. Ini yang dinamakan voltase dalam situasi default / seharusnya. Ketika listrik kembali menyala setelah pemadaman, ada kemungkinan voltase yang turut menyertainya tidak sebesar 220 Volt (default). Bisa punya nilai lebih tinggi ataupun tidak cukup dari default-nya.

Seandainya listrik kembali menyala dalam situasi voltase lebih tinggi dari default-nya dan (di sementara yang sama) ada satu / sebagian perangkat yang situasi switch-nya sedang dalam posisi ON, kemungkinan besar MCB dapat drop.

Pada rumah yang udah terpasang stabilizer, pengaruh voltase demikian dapat pertama kali berkenaan stabilizer. Seandainya situasi voltase yang berjalan diluar batas atas toleransi stabilizer, maka MCB dapat drop.

3. Telah berjalan arus pendek
Selain ke-2 hal di atas, MCB drop sanggup juga disebabkan sebab arus pendek (korsleting). Ada sebagian hal yang sanggup menyebabkan korsleting, diantaranya : pelapukan pada pembungkus kabel, situasi perangkat yang kadaluarsa, situasi perangkat yang kotor berdebu dan situasi perangkat yang dulu terjatuh.

Apakah korsleting juga menjadikan energi (Watt) di jaringan kabel listrik bertambah? Bisa dikatakan demikian.

Kita dapat bersama cepat sanggup mempelajari langkah mencegah dan menanggulangi dua situasi pertama yang diekspresikan di atas. Tetapi, tidak sama bersama situasi ketiga. Seringkali kita dihadapkan bersama jalur buntu dalam mendapatkan dan pilih penyebab munculnya situasi tersebut.

Penyebab energi listrik melebihi kapasitas MCB.

Tindakan apa yang harus dilakukan…???
Agar sanggup meraba penyebab yang menyebabkan kemungkinan terjadinya arus pendek, kita harus menyiapkan langkah untuk menelusurinya.

Langkah awal yang harus dijalankan adalah menegaskan switch dari seluruh perangkat elektronik dalam posisi OFF tiap-tiap setelah berjalan MCB drop. Lalu, mengikuti langkah seterusnya cocok situasi rumah layaknya di bawah ini :

1. Rumah tanpa stabilizer
Seandainya MCB kembali drop kala dinaikkan, ada kemungkinan tidak benar satu perangkat elektronik yang tersambung bersama stopkontak (meskipun switch perangkat udah pada posisi OFF) menjadi penyebab munculnya arus pendek.

Untuk lebih menegaskan bahwa penyebabnya adalah perangkat elektronik, cabut steker seluruh perangkat dari stopkontak, lalu kembali nyalakan MCB.

Jika MCB kembali drop setelah situasi seluruh steker perangkat elektronik udah terlepas dari stopkontak, maka tersangka utamanya bukan pada perangkat elektronik. Melainkan munculnya arus pendek dari jaringan kabel listrik.

Jika steker perangkat elektronik udah kembali ditancapkan ke stopkontak dan MCB kembali drop sementara tidak benar satu perangkat dinyalakan, maka tersangka utama penyebab arus pendek berasal dari perangkat elektronik.

2. Rumah bersama stabilizer
Seandainya MCB kembali drop sementara kembali dinaikkan, cabut seluruh steker perangkat elektronik dari stopkontak dan kondisikan tiap-tiap saklar lampu dalam posisi OFF. Biarkan stabilizer senantiasa dalam situasi ON. Kemudian kembali naikkan switch MCB. Jadi, stabilizer harus menyala lebih-lebih dulu setelah switch MCB dinaikkan. Karena, terkecuali itu tidak sanggup dilakukan, ada kemungkinan berjalan rusaknya pada stabilizer.

Dan terkecuali benar berjalan rusaknya pada stabilizer, lumayan sampai step itu sanggup dipastikan jaringan kabel yang ada harus diperbaiki. Karena kemungkinan terbesar dari penyebab rusaknya pada stabilizer adalah pengaruh dari arus pendek yang berjalan terus menerus pada jaringan kabel. Diluar arus pendek terus menerus layaknya itu, stabilizer hanya sanggup tiba-tiba menjadi rusak akibat terkena pengaruh sambaran petir.

Seandainya stabilizer sanggup menyala tapi MCB kembali drop sementara perangkat elektronik yang ada terasa satu persatu dinyalakan, kita langsung sanggup mengidentifikasikan perangkat elektronik yang menjadi penyebab permasalahan munculnya arus pendek.

Tindakan apa yang harus dilakukan...???
Arus pendek dan stabilizer
Arus pendek yang ditimbulkan oleh perangkat elektronik, umumnya berbentuk ringan. Seperti permukaan perangkat yang “nyetrum” sementara tangan kita  menyentuhnya. Dan ini masih sanggup diatasi bersama mengakibatkan grounding skala kecil (menyambungkan kawat arde pada paku yang tertancap di dinding rumah). Seandainya arus pendek yang dihasilkan sampai taraf mengakibatkan MCB drop, kemungkinan rusaknya perangkat elektronik berikut udah lumayan parah.

Efek arus pendek yang lumayan besar, umumnya dihasilkan dari rusaknya pembungkus kabel atau kesalahan sambungan antar kabel pada jaringan kabel di rumah. Kondisi ini hanya sanggup diketahui bersama langkah menelusuri tiap-tiap jalur kabel yang terpasang di rumah. Hal itu berlaku sama baik bagi rumah bersama atau pun tanpa stabilizer.

Bedanya, pengaruh arus pendek dapat lebih mengarah lebih-lebih dulu pada stabilizer. Tanpa stabilizer, pengaruh arus pendek dapat mengarah secara acak pada tiap-tiap perangkat elektronik yang dalam situasi menyala. 

Senin, 02 April 2018

Membaca Kode Angka Pada Potensiometer

Sebelum menulis lebih jauh tentang bagaimana membaca kode angka pada potensiometer, sebaiknya bagi  Anda yang belum mengetahuinya sebaiknya, ketahui apa itu potensiometer terlebih dahulu. Apabila Anda sudah mengetahuinya meri kita melanjutkan tentang cara membaca kode angkanya.

Kode-kode pada potensiometer umumnya terdapat kombinasi huruf dan angka, contoh kodenya B100k, A100k. Apa sebenarnya dan bagaimana membacanya, inilah yang tengah kita pelajari bersama sekarang ini. 

Kita mulai dari kode letter/huruf :
  • Kode A : kode ini untuk mewakili/meng-kodekan pots/potensiometer jenis/tipe logaritmis
  • Kode B : kode ini untuk mewakili/meng-kodekan pots/potensiometer jenis/tipe linier
  • Kode C : kode ini untuk mewakili/meng-kodekan pots/potensiometer jenis/tipe reverse log
  • Kode K : kode ini simbol untuk simbol nilai resistansi potensiometer tersebut

Itulah peng-kodean letter/huruf pada potensiometer yang aku ketahui, di pasaran sparepart elektronik/ditoko-toko komponen elektronik di Indonesia dapat kita temukan/dapat dengan mudah kita dapatkan potensiometer dengan kode huruf A dan B, sedangkan untuk Tipe C saya rasa cukup sulit kita dapatkan di pasaran/ di toko-toko sparepart elektronik lokal, karena potensio ini sangat jarang juga digunakan.

Peng-kodean angka pada potensiometer:
Peng-kodean angka pada potensio sebenarnya untuk menyatakan berapa nilai resistansi pada potensiometer tersebut. Sepertinya Anda juga sudah tahu hal ini, namun tak ada salahnya saya tulis biar adik-adik kita yang belum mengerti dapat mengerti melalui Blog Elektonika ini. Untuk mempermudah saya menjelaskan saya akan mengambil contoh pada gambar dibawah ini;


Pada gambar potensiometer diatas terdapat tulisan kode B502, kode angkanya ialah 5k artinya sama dengan 5000 Ohm (Ω), 10.000 Ω dapat kita persingkat dengan menambah huruf KΩ, jadi 10KΩ. Namun penulisannya sering disingkat menjadi 10K.
Ok Sobat, saya rasa semua sudah faham Cara Mebaca Kode Angka Pada  Resistor Variable jenis Potensiometer ini, dan saya mohon maaf atas kekurangan serta cara penulisan saya, karena inilah batas kemampuan saya, terimakasih.

Mengenal Potensiometer, Resistor Variabel

Potensiometer atau akrabnya disebut Potensio atau potentiometer didalam bahasa inggris, sebetulnya tetap tergolong didalam keluarga Resitor. Potensiometer sering digunakan sebagai alat pengontrol arus listrik, pengontrol audio dan tetap banyak ulang lainya, contohnya mampu kami menyaksikan terhadap sebuah perangkat amplifier atau pengeras suara.

Pengertian atau Definisi Potensiometer
Potensioeter atau Potensio adalah Resistor yang membawa 3kaki bersama dengan penghubung atau kontak pada kaki-kaki didalamnya yang mampu diatur/setel ataupun adjust nilai resistansinya. Potensiometer merupakan komponen elektronika yang umumnya digunakan alat pengontrol atau pengendali perangkat elektronik, contohnya layaknya sebagai pengendali suara terhadap kronologis elektronika penguatsuara/amplifier. Didalam sebuah kronologis elektronika Potensio atau Potensiometer disimbolkan bersama dengan huruf VR.

Fungsi Potensiometer
  1. Pada kronologis ataupun perangkat elektronik Potensiometer umumnya berfungsi sebagai:
  2. Pengatur volume suara
  3. Pengatur suara bass
  4. Pengatur suara treble
  5. Pengatur contras terhadap tv lama
  6. Pengatur brigthness terhadap tv lama
  7. Pengatur tegangan terhadap kronologis DC Power supply
Itu merupakan umpama lebih dari satu besar pemanfaatan atau faedah Potensiometer terhadap rangkaian-rangkaian elektronika. Selain ke6 umpama diatas sebetulnya tetap banyak ulang contohnya sebagai pengatur terang/redup lampu pijar.

Jenis-jenis Potensiometer
Berdasarkan prinsip kerjanya, Potensiometer dibagi jadi 2 yakni: Potensiometer linier dan Potensiometer logaritmik, tetapi terkecuali dilihat ujudnya potensiometer ada dua juga yaitu potensio pindah dan potensio putar. Dipasaran atau ditoko-toko elektronik banyak ragam ukuran resistansinya ada yang 5k, 10k, 20k, 50k, 100k dan lain-lain.