Senin, 07 Mei 2018

Osilator

Teori Dasar
Osilator adalah suatu alat yang merupakan gabungan elemen-elemen aktif dan pasif untuk menghasilkan bentuk gelombang sinusoidal atau bentuk gelombang periodik lainnya. Suatu osilator memberikan tegangan keluaran dari suatu bentuk gelombang yang diketahui tanpa penggunaan sinyal masuk dari luar. Osilator mengubah daya arus seaarh (dc) dari catu daya ke daya arus bolak-balik (ac) dalam beban. Dengan demikian fungsi osilator berlawanan dengan penyearah yang mengubah daya searah ke daya bolak-balik.


Suatu osilator dapat membangkitkan bentuk gelombang pada suatu frekuensi dalam batas beberapa siklus tiap jam sampai beberapa ratus juta siklus tiap detik. Osilator dapat hamper secara murni menghasikan gelombang sinusoidal dengan frekuensi tetap, ataupun gelombang yang hanya dengan harmonic. Osilator umumnya digunakan dalam pemancar dan penerima radio dan televise, dalam radar dan dalam berbagai sistem komunikasi.

Jenis-jenis Osilator
Osilator dapat diklasifikasikan dalam berbagai cara. Tregantung kepada alam bentuk gelombang yang dibangkitkan, osilator dapat dibagi menjadi dua kategori : osilator sinusoidal atau osilator harmonic dan osilator relaksasi. Osilator sinusoidal menghasilkan bentuk gelombang sinusoidal atau mendekati sinusoidal pada frekuensi tertentu. Osilator relaksasi menghasilkan bentuk gelombang bukan sinusoidal seperti gelombang segiempat dan gelombang gigi-gergaji.

Osilator dapat pula digolongkan pada alat-alat tertentu yang menghasilkan osilasi. Pada penggolongan ini, osilator dapat merupakan jenis resistansi negatif atau jenis umpan balik. Osilator resistansi negatif menggunakan alat aktif yang memproses lengkung karakteristik arus tegangan dengan kemiringan negatif dalam daerah operasinya. Dioda kanal merupakan alat resistansi negatif yang digunakan dalam resistor. Osilator umpan-balik sebaliknya, mempunyai penguat umpan-balik regeneratif (positif), dimana perolehan lingkar juga diatur sedemikian sehingga perolehan keseluruhan menjadi tidak terhingga.

Baik osilator sinusoidal maupun osilator relaksaasi dapat merupakan jenis resistansi negatif dan jenis umpan-balik. Osilator sinusoidal jenis umpan-balik dapat digolongkan lebih lanjut menjadi osilator LC (indktor-kapasitor) dan RC (tahanan kapasitor).

Osilator sinusoidal kadang-kadang digolongkan menurut frekuensi sinyal yang dihasilkan. Jadi osilator yang membangkitkan sinyal dalam daerah frekuensi audio dikenal sebagai osilator frekuensi audio. Demikian pula, osilator yang menghasilkan sinyal-sinyal daerah frekuensi radio dinamakan osilator frekuensi radio, dan seterusnya.


Klasifikasi osilator didasarkan pada daerah frekuensi yang dihasilkan.
  • Osilator Frekuensi Audio (AF) beberapa hz -20 KHz
  • Osilator Frekuensi Radio (RF) 20 KHz - 30MHz
  • Osilator Frekuensi Sangat Tinggi (VHF) 30MHz - 300MHz
  • Osilator Frekuensi Ultra Tinggi (UHF) 300MHz - 3GHz
  • Osilator Gelombang Mikro 3 GHz - Beberapa GHz

Prinsip Dasar Osilator
Dalam suatu osilator, suatu resistansi negatif diberikan untuk kompensasi kehilangan-kehilangan (kebocoran) dalam rangkaian. Dalam osilator umpan-balik, umpan-balik positif dari luar cukup untuk membuat perolehan keseluruhan menjadi tidak terhingga dan memberikan resistansi negatif yang diperlukanuntuk menanggulangi peredaman alami dari osilator. Dalam osilator resistansi negatif terjadi umpan-balik positif dalam dan berperan menghasilkan resistansi negatif yang diperlukan.

Dalam suatu osilator tidak ada sinyal yang diberikan dari luar. Sinyal awal untuk menyulut (trigger) osilasi biasanya diberikan oleh tegangan derau. Tegangan derau muncul sewaktu catu daya dihidupkan. Karena spektrum frekuensi derau sangat lebar, osilator selalu memiliki tegangan komponen pada frekuensi yang benar untuk bekerjanya osilator.

Jumat, 04 Mei 2018

Kiat Menghemat Energi Listrik di Rumah Tangga

Mendengar tidak sama dengan melihat dan melihat tidak sama dengan melakukan. Ajaran seindah apapun tidak akan ada gunanya jika tidak dilakukan. Sayangilah listrik anda, mulailah dengan menggunakannya dengan hemat dengan menjalankan tips-tips berikut.


Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dan menumbuhkan sikap hemat energi listrik di rumah
tangga, antara lain : Menyambung daya listrik dari PLN sesuai dengan kebutuhan. Rumah Tangga kecil misalnya, cukup dengan daya 450 VA atau 900 VA, rumah tangga sedang cukup dengan daya 900 VA hingga 1300 VA. Memilih peralatan rumah tangga yang tepat dan sesuai kebutuhan. Membentuk perilaku anggota rumah tangga yang hemat listrik, seperti: Menyalakan alat-alat listrik hanya saat diperlukan. Menggunakan alat-alat listrik secara bergantian. Menggunakan tenaga listrik untuk menambah pendapatan rumah tangga (produktif). Peralatan listrik rumah tangga pada 
umumnya sudah dirancang untuk pemakaian listrik yang hemat, namun pada prakteknya masih ditemukan pemborosan energi listrik. Hal ini dapat terjadi antara lain karena penggunaan peralatan dengan cara yang kurang tepat.

Adapun Langkah-langkah Penggunaan Peralatan Listrik Rumah Tangga Dalam Menghemat Pemakaian Energi Listrik diantanya :

Penghematan Energi Pada Pencahayaan
  • Padamkan lampu apabila ruangan tidak dipakai.
  • Padamkan lampu pada siang hari.
  • Kurangi penerangan listrik yang berlebihan.
  • Atur letak perabot agar tidak menghalangi cahaya lampu dalam ruangan.
  • Menyalakan lampu halaman/taman bila hari benar-benar telah mulai gelap.
  • Matikan lampu halaman/taman bila hari sudah mulai terang kembali.

Penghematan Energi Pada Tata Udara

  • Memilih AC hemat energi dan daya yang sesuai dengan besarnya ruangan.
  • Gunakan kapasitas AC yang tepat dan efisien.
  • Gunakan pengatur waktu (timer) agar AC beroperasi hanya pada saat dibutuhkan.
  • Kontrol temperature dengan termostat.
  • Gunakan penutup pada bagian ruangan yang terkena sinar matahari langsung.
  • Usahakan pintu, jendela dan ventilasi udara selalu tertutup agar kelembaban cukup rendah.
  • Hindari menempatkan sesuatu yang menghalangi sirkulasi udara.
  • Bersihkan filter AC, coil kondensor dan sirip AC secara teratur.
  • Mengatur suhu ruangan secukupnya, tidak menyetel AC terlalu dingin.
  • Menempatkan AC sejauh mungkin dari sinar matahari langsung, agar efek pendingin tidak berkurang.
  • Matikan AC bila ruangan kosong dalam jangka waktu relatif lama.

Penghematan Energi Pada Pompa Air
  • Gunakan bak penampungan air (menyimpan air di posisi atas).
  • Gunakan pelampung air di penampungan.
  • Gunakan air secara hemat dan cegah kebocoran air pada kran dan pipa.

Sering terjadi pompa bekerja terus menerus, padahal tidak ada pemakaian. Penyebabnya adalah sebagai berikut :
  • Rele tekan ( pressure switch ) tidak bekerja.
  • Instalasi pipa air di dalam bangunan ada yang bocor.
  • Kran air tidak ditutup sempurna atau rusak.

Penghematan Energi Pada Mesin Cuci
  • Menggunakan mesin cuci sesuai dengan kapasitas.
  • Kapasitas berlebih mengakibatkan perlambatan perputaran mesin dan menambah beban pemakaian listrik.
  • Kapasitas yang kurang menyebabkan tidak efisien, karena mesin cuci tersebut menggunakan energi yang sama.
  • Gunakan pengering hanya pada cuaca mendung/hujan. Bila cuaca cerah, sebaiknya memanfaatkan sinar matahari.

Penghematan Energi Pada Lemari Pendingin
  • Memilih lemari es dengan ukuran / kapasitas yang sesuai.
  • Pintu lemari es ketika menutup harus selalu tertutup rapat.
  • Isi lemari es harus sesuai dengan kapasitas (Jangan terlalu sesak).
  • Tempatkan lemari es jauh dari sumber panas (kompor, sinar matahari langsung).
  • Tempatkan lemari es min. 15 cm dari tembok, agar sirkulasi udara ke kondensor baik.
  • Hindari penempatan bahan makanan / minuman yang masih terlalu panas.
  • Mengatur suhu lemari es sesuai kebutuhan. Karena semakin rendah temperatur ,semakin banyak energi listrik yang digunakan.
  • Ganti karet isolasi pada pintu / kabinet secepatnya apabila rusak.
  • Membersihkan kondensor ( terletak dibelakang lemari es ) secara teratur dari debu dan kotoran, agar proses pelepasan panas berjalan dengan baik.
  • Mematikan lemari es bila tidak digunakan dalam waktu lama.

Penghematan Energi Pada Setrika
  • Atur penggunaan tingkat panas yang disesuaikan dengan bahan yang diseterika (sutera, wol, polyster, katun dan sebagainya).
  • Bersihkan sisi besi bagian bawah seterika secara teratur agar penghantaran panas berlangsung baik
  • Menyeterika sekaligus banyak jangan hanya satu atau dua potong pakaian.
  • Mematikan seterika bila akan ditinggal cukup lama.

Penghematan Energi Lainnya
  • Kurangi pemakaian listrik pada waktu beban puncak pada jam 18.00 - 22.00
  • Gunakan Peralatan Listrik Hemat Energi
  • Matikan magic-jar atau magic-com bila nasi sudah tersisa sedikit karena listrik untuk menghangatkan nasi menjadi sia-sia.
  • Mematikan televisi, radio, tape recorder, serta perlatan audio visual lainnya, bila tidak ditonton atau didengarkan.
  • Lepaskan kabel peralatan listrik bila peralatan sedang tidak digunakan.
  • Bila peralatan listrik yang menggunakan sistem remote sedang tidak digunakan, jangan mematikan dengan remote control (stand by). Tetapi matikan dari tombol on-off atau lepaskan tusuk kontak.
  • Nyalakan water heater 20 menit sebelum air panas digunakan
  • Bersihkan secara periodik kaca jendela. Kaca jendela yang bersih akan meneruskan cahaya lebih banyak.
  • Bersihkan secara periodik bola lampu / tabung lampu beserta reflektornya agar supaya bersih agar tidak mengurangi cahaya.

Kamis, 03 Mei 2018

Prosedur Melakukan HV Test (Hi-pot) untuk Peralatan Elektrikal

Sebagai mana yang kita ketahui bahwa perlatan-peralatan elektrikal seperti Switchgear, Trafo, harus kembali menjalani beberapa test setibanya di site, salah satunya adalah HV-Test atau biasa disebut Hipot test.


Berikut adalah step-step dan prosedure melakukan HV test berdasarkan technical practise dan pengalaman :

Persyaratan Umum
  1. HV test harus dilakukan oleh authorized personel
  2. Safety officer dan commissioning personel harus menyaksikan dan memverifikasi
  3. Semua personel yang terlibat harus mendapatkan ijin masuk site

Tujuan
  • Tujuan HV test adalah untuk mengetahui jika terdapat kebocoran arus pada saat test tegangan tersebut.
Persiapan
  • Peralatan uji HV harus ditempatkan di sisi Switchgear yang akan di test.
  • Kabel MV harus dilepas dari Terminal MV dan busbar harus diisolasi dari Main CB,VTS, arrester Surge, kontrol Kabel.
  • Semua terminal sekunder CT harus dilepas da diisolasi.
  • Amankan daerah pengujian dengan tanda keselamatan (papan peringatan / klakson/ dsb).
  • Pastikan wilayah pengujian bersih.
  • Sediakan Power Supply untuk alat uji Hi-pot.

Langkah-langkah pengujian
  • Siapkan gambar dan alat-alat.
  • Keselamatan Koordinasi dengan personil yang terlibat tentang lingkup pekerjaan.
  • Lepaskan semua peralatan yang dapat rusak dengan uji HV
  • Amankan daerah benda uji untuk safety.
  • Pastikan wilayah pengujian bersih.
  • Lakukan test Tahanan Isolasi selama 1 menit per titik uji sebelum uji HV.
  • Discharge tegangan sisa pada Obyek ke tanah menggunakan grounding stick.
  • Lakukan DC / AC HV test dan peningkatan tegangan perlahan-lahan. Pantau Kebocoran pada interval sampai nilai uji nominal tercapai.
  • Tegangan Nominal DC Hi-pot adalah 3 x Un (Phasa ke Netral), durasi 10 menit per titik uji. Mengacu pada IEC-60298, IEC-60694.
  • Tegangan Nominal untuk AC tes Hi-pot adalah 80% dari nilai tegangan pada objek, durasi 10 menit per titik uji. Lihat IEC 62271-200: 2003.
  • Catat nilai kebocoran arus setiap 1 menit.
  • Setelah 10 menit, kurangi tegangan rendah perlahan sampai nol dan kemudian matikan tes HV.
  • Discharge tegangan sisa pada Obyek ke Ground menggunakan grounding stick.
  • Lakukan test Tahanan Isolasi untuk 1 menit per titik uji setelah pengujian HV.
  • Discharge tegangan sisa pada Obyek ke tanah menggunakangrounding stick.
  • Catat semuanya pada form yang telah disediakan..

Done, jangan lupa untuk merapikan semuanya kembali.

Senin, 30 April 2018

Elektronika Daya

Definisi
Elektronika daya merupakan cabang ilmu elektronika yang berkaitan dengan pengolahan dan pengaturan daya listrik yang dilakukan secara elektronis (Rashid, M,2008). Elektronika daya berkaitan dengan pengolahan atau pemrosesan energi listrik, yakni mengubah daya listrik dari satu bentuk kebentuk lainnya dengan mengendalikan atau memodifikasi bentuk tegangan atauarusnya menggunakan peranti elektronik (Singh, 2008). Ruang lingkup elektronika daya meliputi: Elektronika, Teori rangkaian listrik, Sistem kontrol, Elektromagnetika, Mesin – mesin listrik, Sistem tenaga listrik, Komponen semikonduktor dan komputer (Acha, E, 2002).

Sistem elektronika merupakan dasar utama pada aplikasi elektronika daya. Sistem elektronika akan membahas tentang peralatan elektronika yang terdiri dari semikonduktor dan komponen lainnya dalam suatu rangkaian elektronika. Untuk mempelejari elektronika daya diperlukan pemahaman terhadap materi rangkaian elektronika baik analog maupun digital.

Sistem Tenaga Listrik, objek utama dalam apliksasi elektronika daya dimana peralatan dan sistem yang memiliki daya (tegangan dan arus) listrik yang cukup besar. Oleh karena itu untuk lebih memahami elektronika daya diperlukan pemahaman yang baik terhadap sistem tenagalistrik.
Sistem Kontrol, aplikasi elektronika daya pada umumnya untuk melakukan pengontrolan aplikasi di industri. Oleh karena itu diperlukan pemahaman yang baik terhadap teknik dan sistem kontrol berbagai peralatan yang digunakan di industri. Contoh pengaturan yang paling sering ditemui adalah pengaturan kecepatan putar motor listrik, pengaturan torsi motor listrik, pengaturan kecepatan aliran (flow) minyak, gas, pengaturan temperature, pengaturan tekanan, pengaturan kecepatan conveyor, pengaturan gerakan peralatan di industri dan pengaturan-pengaturan parameter lainnya.

Sistem komputer aplikasi industri sekarang ini kebanyakan sudah terintegrasi dengan sistem komputer. Untuk melakukan pengaturan berbagai peralatan di industri dilakukan secara remote dan hasilnya dapat dimonitor dengan tampilan yang terintegrasi dengan database yang dioleh dalam komputer.

Konversi Daya
Ada empat tipe konversi daya atau ada empat jenis pemanfatan energi yang berbeda-beda, yaitu penyearah, DC chopper, inverter, dan AC-AC konverter.
  1. Penyearah: berfungsi menyearahkan listrik arus bolak-balik menjadi listrik arus searah.
  2. DC Choper: dikenal juga dengan istilah DC-DC konverter. Listrik arus searah diubah dalam menjadi arus searah dengan besaran yang berbeda.
  3. Inverter: yaitu mengubah listrik arus searah menjadi listrik arus bolakbalik pada tegangan dan frekuensi yang dapat diatur.
  4. AC-AC Konverter: yaitu mengubah energi listrik arus bolak-balik dengan tegangan dan frekuensi tertentu menjadi arus bolak-balik dengan tegangan dan frekuensi yang lain. Ada dua jenis konverter AC, yaitu pengatur tegangan AC (tegangan berubah,frekuensi konstan) dan cycloconverter (tegangan dan frekuensi dapat diatur).

Komponen Elektronika Daya

  • Dioda



  • Transistor



  • Thyristor



  • IGBT ( Insulated Gate Bipolar Transistor)



Aplikasi Elektronika Daya
Aplikasi dari elektronika daya misalnya sebagai pengendali tegangan AC, pengendalian dimer,dan aplikasi IGBT untuk inverter .

Pengendali Tegangan AC
Teknik pengontrolan fasa memberikan kemudahan dalam sistem pengendalian AC. Pengendali tegangan saluran AC digunakan untuk mengubah-ubah harga rms tegangan AC yang dicatukan ke beban dengan menggunakan Thyristor sebagai sakelar. Penggunaan alat ini antara lain, meliputi:
  • Kontrol penerangan 290
  • Kontrol alat-alat pemanas
  • Kontrol kecepatan motor induksi

Pengendalian Dimer
Pengendalian yang bisa dilakukan dengan menggunakan metoda ini hanya terbatas pada beban fasa satu saja. Untuk beban yang lebih besar,metode pengendalian, kemudian dikembangkan lagi menggunakan sistem fasa tiga, baik yang setengah gelombang maupun gelombang penuh (rangkaian jembatan).

Aplikasi IGBT untuk Konverter
Rangkaian Cycloconverter di mana tegangan AC 3 phasa disearahkan menjadi tegangan DC oleh enam buah Diode. Selanjutnya sembilan buah IGBT membentuk konfigurasi yang akan menghasilkan tegangan AC 3 phasa dengan tegangan dan frekuensi yang dapat diatur, dengan mengatur waktu ON oleh generator PWM. Rangkaian VVVF ini dipakai pada KRL merk HOLEC di Jabotabek.

Kamis, 26 April 2018

Aplikasi RFID Pada Sistem Keamanan

Untuk pemanfaatan RFID untuk aplikasi sistem keamanan, terdapat beberapa macam arsitektur yang dapat digunakan.

Aplikasi RFID Pada Sistem Keamanan

Sistem Fixed Code
Sistem ini merupakan sistem paling simpel yang paling sering digunakan. Kode senantiasa yang tersimpan di tag RFID dibaca dan dibandingkan bersama dengan kode yang tersimpan database. Untuk keperluan ini dapat digunakan tag RFID yang hanya dapat ditulis satu kali saja dan belum diprogram sama sekali. User dapat memprogram sendiri tag tersebut. Kelemahannya adalah user dapat menyebabkan copy dari tag RFID yang tidak dapat dibedakan oleh sistem keamanan. Tersedia pula tag RFID yang hanya dapat dibaca, dan udah diprogram pada sistem produksi bersama dengan nomer identifikasi yang unik. Sistem ini tidak memungkinkan pembuatan copy dari tag RFID. Sistem yang simpel ini tingkat keamanannya paling rendah.

Sistem Rolling Code
Beroperasi bersama dengan cara sama bersama dengan sistem Fixed Code, bakal namun kode rahasia pada tag RFID hanya berlaku pada periode saat tertentu. Pembaca RFID pada sistem ini perlu membawa kebolehan untuk menulis tag RFID. Tag RFID yang digunakan perlu dapat diprogram berkali-kali. Jadinya tiap-tiap terjadi sistem identifikasi maka sistem keamanan bakal membuat perubahan kode rahasia yang tersedia pada tag RFID, dan bakal menggunakan kode rahasia berikut untuk sistem identifikasi selanjutnya.

Sistem ini beri tambahan tingkat keamanan yang lebih baik, namun yang perlu dipertimbangkan adalah sistem sinkronikasi kode rahasia.

Sistem Proteksi Dengan Password
Sistem autentifikasi mutual yang simpel dapat disediakan oleh sistem RFID bersama dengan proteksi password. Data rahasia pada tag RFID hanya bakal ditransmisikan setelah Pembaca RFID mengirimkan knowledge berupa password yang sesuai untuk dapat menyatakan keabsahan pembaca RFID. Panjang dari password dapat bervariasi sesuai bersama dengan kebutuhan tingkat keamanan.

Password kebanyakan ditransmisikan dalam plain text. Waktu untuk menduga password bervariasi antar beberapa menit sampai beberapa tahun bergantung dari panjang dari password.

Untuk sistem keamanan bersama dengan banyak pengguna bersama dengan password berbeda, mempunyai keterbatasan yakni yakni total saat komunikasi yang amat lama, sebab pembaca RFID perlu menduga password dari database yang tersedia.

Sistem Kombinasi Rolling Code dan Password
Merupakan sistem kombinasi bersama dengan fasilitas kode rahasia berubah-ubah dan password untuk melindungi kode rahasia yang tersimpan dalam tag RFID. Isu yang kronis dari sistem ini adalah saat komunikasi dan sinkronisasi password. Dengan sistem ini bakal beri tambahan tingkat keamanan yang tinggi. 

Jumat, 20 April 2018

Jenis Colokan Listrik dan Socket Listrik

Untuk menghubungkan peralatan listrik bersama dengan sumber energi listrik AC (arus bolak-balik), diperlukan suatu komponen listrik yang kebanyakan kita sebut bersama dengan Colokan Listrik atau dalam bhs Inggris disebut bersama dengan Electric Plug dan pasangannya Soket Listrik yang dalam bhs Inggrisnya disebut bersama dengan Electrical Socket.  Colokan Listrik atau Electrical Plug adalah sebuah penghubung yang dapat dimasukan ke Soket sumber listrik. Sedangkan Soket Listrik (Electrical Socket) adalah titk penghubung antara peralatan listrik bersama dengan sumber listrik arus bolak-balik (AC) ketika Colokan listrik dicolokan ke soket listrik tersebut.

Setiap negara memiliki standar Colokan dan Socket listrik yang berbeda-beda. Namun pada umumnya, Colokan Listrik dan Soket Listrik ini dapat dibedakan menjadi 14 model berdasarkan standarisasi berasal dari  International Electrotechnical Commission. International Electrotechnical Commission yang disingkat bersama dengan IEC adalah sebuah organisasi non-pemerintah yang buat persiapan dan mempublikasikan standar internasional untuk seluruh teknologi elektronika dan kelistrikan.

Jenis-jenis Colokan Listrik dan Soket Listrik
Berikut ini adalah 14 model atau Tipe Colokan Listrik dan Soket Listrik yang telah distandarisasi oleh IEC dan daftar negara yang memanfaatkan model colokan listrik dan soket listrik yang bersangkutan dan juga standard tegangan dan Frekuensi Listrik yang digunakan.


Dari Tabel International Electrotechnical Commission (IEC) tersebut dapat diamati bahwa standar sumber tegangan listrik AC (bolak-balik) yang digunakan oleh negara-negara di dunia ini adalah berkisar diantara 110V hingga 240V bersama dengan Frekuensi Listrik 50Hz dan 60Hz. Ada negara yang memanfaatkan standar Tipe Colokan dan Socket yang sama, ada terhitung yang berbeda. Sebagai contoh, Indonesia memanfaatkan Colokan Listrik (AC Plug) dan Soket model C dan model F bersama dengan sumber tegangan listrik AC 220V dan Frekuensi 50Hz, namun China terhitung menggunak standar sumber tegangan listrik yang mirip namun China memanfaatkan Colokan Tipe Colokan dan Soket Tipe A, C dan I. 

Kamis, 19 April 2018

Sel Surya (Solar Cell), Pengertian dan Prinsip Kerjanya

Sel Surya atau Solar Cell adalah suatu perangkat atau komponen yang sanggup mengubah kekuatan cahaya matahari menjadi kekuatan listrik dengan gunakan komitmen pengaruh Photovoltaic. Yang dimaksud dengan Efek Photovoltaic adalah suatu fenomena dimana munculnya tegangan listrik dikarenakan ada hubungan atau kontak dua elektroda yang dihubungkan dengan proses padatan atau cairan pas memperoleh kekuatan cahaya. Oleh dikarenakan itu, Sel Surya atau Solar Cell sering disebut terhitung dengan Sel Photovoltaic (PV). Efek Photovoltaic ini ditemukan oleh Henri Becquerel terhadap tahun 1839.

Arus listrik timbul dikarenakan ada kekuatan foton cahaya matahari yang diterimanya berhasil membebaskan elektron-elektron didalam sambungan semikonduktor tipe N dan tipe P untuk mengalir. Sama layaknya Dioda Foto (Photodiode), Sel Surya atau Solar Cell ini terhitung mempunyai kaki Positif dan kaki Negatif yang mengakses ke urutan atau perangkat yang memerlukan sumber listrik.

Pada dasarnya, Sel Surya merupakan Dioda Foto (Photodiode) yang mempunyai permukaan yang terlampau besar. Permukaan luas Sel Surya berikut menjadikan perangkat Sel Surya ini lebih sensitif terhadap cahaya yang masuk dan menghasilkan Tegangan dan Arus yang lebih kuat berasal dari Dioda Foto terhadap umumnya. Contohnya, sebuah Sel Surya yang terbuat berasal dari bahan semikonduktor silikon sanggup menghasilkan tegangan setinggi 0,5V dan Arus setinggi 0,1A pas terkena (expose) cahaya matahari.

Saat ini, sudah banyak yang mengaplikasikan perangkat Sel Surya ini ke bermacam macam penggunaan. Mulai berasal dari sumber listrik untuk Kalkulator, Mainan, pengisi baterai hingga ke pembangkit listrik dan apalagi sebagai sumber listrik untuk menggerakan Satelit yang mengorbit Bumi kita.

Struktur Dasar dan Simbol Sel Surya (Solar Cell)
Berikut ini adalah Struktur Dasar, Bentuk dan Simbol Sel Surya (Solar Cell).


Prinsip Kerja Sel Surya (Solar Cell)
Sinar Matahari terdiri berasal dari partikel terlampau kecil yang disebut dengan Foton. Ketika terkena cahaya Matahari, Foton yang merupakan partikel cahaya Matahari berikut meghantam atom semikonduktor silikon Sel Surya agar menyebabkan kekuatan yang memadai besar untuk mengantarai elektron berasal dari struktur atomnya.  Elektron yang terpisah dan bermuatan Negatif (-) berikut bakal bebas bergerak terhadap daerah pita konduksi berasal dari material semikonduktor. Atom yang kehilangan Elektron berikut bakal berlangsung kekosongan terhadap strukturnya, kekosongan berikut dinamakan dengan “hole” dengan muatan Positif (+).

Daerah Semikonduktor dengan elektron bebas ini bersifat negatif dan bertindak sebagai Pendonor elektron, daerah semikonduktor ini disebut dengan Semikonduktor tipe N (N-type). Sedangkan daerah semikonduktor dengan Hole bersifat Positif dan bertindak sebagai Penerima (Acceptor) elektron yang dinamakan dengan Semikonduktor tipe P (P-type).

Di persimpangan daerah Positif dan Negatif (PN Junction), bakal menyebabkan kekuatan yang mendorong elektron dan hole untuk bergerak ke arah yang berlawanan. Elektron bakal bergerak jauhi daerah Negatif sedangkan Hole bakal bergerak jauhi daerah Positif. Ketika diberikan sebuah beban bersifat lampu maupun perangkat listrik lainnya di Persimpangan Positif dan Negatif (PN Junction) ini, maka bakal menyebabkan Arus Listrik.

Rangkaian Seri dan Paralel Sel Surya (Solar Cell)
Seperti Baterai, Sel Surya terhitung sanggup dirangkai secara Seri maupun Paralel. Pada umumnya, tiap-tiap Sel Surya menghasilkan Tegangan sebesar 0,45 ~ 0,5V dan arus listrik sebesar 0,1A terhadap pas terima cahaya cahaya yang terang. Sama halnya dengan Baterai, Sel Surya yang dirangkai secara Seri bakal menaikkan Tegangan (Voltage) sedangkan Sel Surya yang dirangkai secara Paralel bakal menaikkan Arus (Current).