Tampilkan postingan dengan label ELEKTRO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ELEKTRO. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Mei 2018

Kapasitor, Pengertian dan Fungsinya

Kapasitor merupakan salah satu komponen elektronika yang sangat penting fungsinya. Kapasitor adalah suatu komponen elektronika yang dapat menyimpan dan melepaskan muatan listrik atau energi listrik. Selain itu, kapasitor juga dapat berfungsi sebagai penyaring frekuensi. Kapasitor memiliki berbagai macam ukuran dan bentuk tergantung dari kapasitas, tegangan kerja dan faktor lainnya yang berpengaruh. Kapasitor sering disebut juga dengan kondensator.

Fungsi elco untuk menyimpan muatan listrik disebut dengan kapasitansi atau kapasitas. Kapasitor memiliki simbol C (Capasitor) sedangkan fungsi kapasitor dalam menyimpan muatan listrik disimbolkan oleh F (Farad). Disimbolkan dengan Farad karena yang menemukan kapasitor adalah Michael Faraday (1791 – 1867).

BENTUK KAPASITOR


Bentuk kapasitor adalah dua buah lempengan logam yang saling sejajar dan diantara dua lempengan tersebut terdapat bahan isolator yang disebut dengan dielektrik. Dielektrik ini adalah bahan yang bisa mempengaruhi nilai kapasistansi kapasitor. Bahan dielektrik pun bermacam-macam, bisa terbuat dari mika, film, kertas, udara, gelas, vakum, keramik, dan sebagainya. Dengan adanya dielektrik ini, kapasitor dapat dibedakan antara kapasitor yang satu dengan yang lainnya. Dibawah ini adalah beberapa contoh gambar kapasitor.

JENIS KAPASITOR
Seperti halnya hambatan, kapasitor dapat dibagi menjadi :

KAPASITOR TETAP
Kapasitor tetap merupakan kapasitor yang mempunyai nilai kapasitas yang tetap.
Pada umumnya kapasitor yang terbuat dari bahan mika, gelas, dan film nilainya kurang dari 1 mikrofarad (1µF). Satuan kapasitor adalah Farad, dimana 1 farad = 103 mF = 106µF = 109 nF =1012 pF.



Untuk mengetahui besarnya nilai kapasitas atau kapasitansi pada kapasitor dapat dibaca melalui kode angka pada badan kapasitor tersebut yang terdiri dari 3 angka. Angka pertama dan kedua menunjukkan angka atau nilai, angka ketiga menunjukkan faktor pengali atau jumlah nol, dan satuan yang digunakan ialah pikofarad (pF).

Contoh:
Pada badan kapasitor tertulis angka 103 artinya nilai kapasitas dari kapasitor tersebut adalah 10×103 pF = 10 x 1000 pF = 10nF = 0,01 µF.

Kapasitor tetap yang memiliki nilai lebih dari atau sama dengan 1µF adalah kapasitor elektrolit (elco). Kapasitor ini memiliki polaritas (memiliki kutub positif dan kutub negatif) dan biasa disebutkan tegangan kerjanya.

Misalnya : 100µF 16 V artinya elco memiliki kapasitas 100µF dan tegangan kerjanya tidak boleh melebihi 16 volt.

KAPASITOR TIDAK TETAP
Kapasitor tidak tetap adalah kapasitor yang memiliki nilai kapasitansi atau kapasitas yang dapat diubah-ubah. Kapasitor ini terdiri dari :

KAPASITOR TRIMER

  • Kapasitor yang nilai kapasitansinya dapat diubah-ubah dengan cara memutar porosnya dengan obeng.

VARIABEL CAPASITOR (VARCO)
  • Kapasitor yang nilai kapasitansinya dapat diubah-ubah dengan memutar poros yang tersedia. Bentuk menyerupai potensiometer.


FUNGSI KAPASITOR
Fungsi kapasitor antara lain :
  • Sebagai filter atau penyaring, biasanya digunakan pada sistem radio, TV, amplifier dan lain-lain. Filter pada radio digunakan untuk menyaring (penghambatan) gangguan-gangguan dari luar.
  • Sebagai kopling, kapasitor sebagai kopling ( penghubung ) amplifier tingkat rendah ketingkat yang lebih tinggi.
  • Pada lampu neon, fungsi kapasitor untuk penghemat daya listrik
  • Dalam rangkaian antena, fungsi kapasitor sebagai pembangkit frekuensi

CARA KERJA KAPASITOR
Kapasitor bekerja dalam suatu rangkaian elektronika dengan cara mengalirkan elektron menuju ke kapasitor. Setelah kapasitor sudah dipenuhi dengan elektron, tegangan akan mengalami perubahan. Lalu, elektron yang tadinya ada dalam kapasitor akan keluar dan mengalir menuju rangkaian atau komponen yang membutuhkannya.

Demikianlah pembahasan tentang kapasitor yang telah kami sampaikan. Semoga artikel ini bisa membuat Anda lebih memahami mengenai kapasitor, jenis dan fungsi kapasitor dalam rangkaian elektronika.

Jumat, 25 Mei 2018

Memperbaiki SMPS (Switch Mode Power Supply) Mati

SMPS merupakan kependekan dari Switch Mode Power Supply. Ada banyak sebutan untuk jenis SMPS yaitu power suplay, regulator, ac-matic. Jadi jika anda sedang mencari cara memperbaiki kerusakan SMPS sebuah perangkat bisa menghadirkan kata tersebut di kolom pencarian google. Namun harus disertakan dengan SMPS, karena jika tidak menyebutkan kata SMPS bisa jadi, akan muncul jenis power suplay konvensional atau yang masih menggunakan trafo step down.

Memperbaiki sebuah sirkuit SMPS merupakan tantangan yang menarik untuk dilakukan, karena setiap teknisi memiliki cara tersendiri bahkan rahasia tersendiri dalam memperbaiki rangkaian power suplay jenis SMPS. Tidak semua teknisi memiliki kemampuan untuk ini, dikarenakan terkadang sparepart untuk mengganti tidak tersedia dipasaran sehingga memilih jalan cepat dengan cara membeli modul satu blok. Atau memiliki teknik tersendiri untuk mengatasi smps bermasalah jika tidak tersedia sparepart yang dibutuhkan. Misalnya sistim jumper pada sistim sejenis.

Mempelajari SMPS merupakan ilmu paling dasar dalam mereparasi perangkat elektronika. karena sekarang ini setiap perangkat elektronik menggunakan sistim SMPS pada catu daya yang di gunakan. Sehingga penting bagi pemula untuk mempelajari lebih lanjut. Bisa dipastikan bagi seseorang bisa menguasai dalam memperbaiki SMPS bisa memperbaiki bliok yang lain. Karena pada dasarnya prinsipnya disini adalah mengenai pengukura tegangan dan yang lainya. Sehingga dapat menguasai pada blok yang lain karena sudah memiliki dasar elektronika ketika mempelajari smps. 

Teknik sederhana dalam memperbaiki power suplay mati kita hadirkan sebagai langkah untuk pemula memperbaiki power suplay yang bermasalah pada tegangan atau bahkan tidak ada output power suplay

Memperbaiki SMPS (Switch Mode Power Supply) Mati

Perlu diketahui, pada dasarnya, semua fungsi catu daya hampir sama yaitu menghasilkan tegangan output untuk berbagai sirkuit sekunder. Setelah Anda tahu cara kerja catu daya, Anda akan mengetahui sisanya

Masalah power suplay SMPS dapat terjadi di bagian primer atau sekunder. Bahkan jika ada beberapa masalah di bagian blok  diluar SMPS. Misalnya terjadi short pada ic prosesor, catu daya mungkin tidak berfungsi atau hanya berkedip akibat korsletnya ic tersebut. Ada banyak metode pemecahan masalah catu daya; Saya akan menjelaskan salah satu teknik dasar cara saya tentang cara memperbaiki kerusakan SMPS. power supply ketika akan diperbaiki apakah itu switching power supply tv atau power supply komputer Atx kita kenali jenis kerusakan power supply terlebih dahulu sebelum membuka casing. Masalah suplai daya dapat dikategorikan ke dalam daya, daya output rendah, power supply mati kadang mati kadang hidup, power blink dan tegangan output lebih tinggi abnormal. Ini untuk memastikan mengenali gejala bagian blok yang bermasalah.

Memperbaiki SMPS (Switch Mode Power Supply) Mati

Teknik dasar memperbaiki SMPS mati total
Apapun masalahnya, menggunakan metode prosedur standar untuk mengujinya.
  1. Periksa sakelar on / off, sekering dan lepaskan filter besar kapasitor-jika sekering terbakar menjadi warna gelap, ini menandakan korslet berat di bagian catu daya. Ini bisa jadi dioda bridge yang short, transistor daya short atau bahkan ic daya terjadi korsleting. Terkadang diluar dugaan, bahwa kumparan primer korsleting pada transformator daya mode sakelar dapat terjadi. Jika sekering hanya putus biasa [tidak terbakar], mungkin sekering rusak dengan sendirinya karena sekering sudah berumur atau usang. Sebagian besar, hanya mengganti sekering akan memecahkan gejala tidak ada tegangan pada power suplay.
  2. Mengukur dioda sekunder bekerja. Anda dapat mengecek satu persatu agar yakin tidak ada yang short salah satu pun. Ini penting untuk dilakukan agar tidak kebingungan jika ada satu yang terlewatkan pada prosedur servis.
  3. Jika anda memperbaiki sebuah perangkat tv kerusakan SMPS tidak ada daya ditandai sekering putus parah, ini bisa diakibatkan oleh B+ dan transistor horizontal output. Kemungkinan terjadi over tegangan b+, transistor horizontal short, flaybac bermasalah.
  4. Periksa semua kapasitor elektrolitik dengan esr tester di bagian primer dan sekunder
  5. Jika ada beberapa perubahan nilai kapasitor elektrolit di bagian catu daya, (baik daerah primer atau sekunder) catu daya akan berkedip, menghasilkan daya output rendah atau sama sekali tidak ada daya.
  6. Periksa gulungan utama transformator daya mode sakelar dengan tester flyback. Periksa juga lilitan primer flyback, b + gulungan kumparan dan gulungan yok horizontal jika Anda memperbaiki tv crt. Salah satu korsleting dari komponen tersebut dapat menyebabkan listrik mati, berkedip, dan bahkan tidak ada tegangan sama sekali.

Jika Anda telah mengkonfirmasi bahwa sisi sekunder semua komponen tidak ada yang short, maka yang perlu Anda lakukan adalah menguji dan mengganti semua komponen di bagian primer. Di sinilah keterampilan pemecahan masalah Anda yang sebenarnya diperlukan. Memahami dan mengetahui cara menguji komponen elektronik dasar sangat penting jika tidak, Anda akan menghadapi kesulitan dalam menemukan kerusakan. Jika Anda baru di bidang perbaikan elektronik ini, saya sangat menyarankan Anda memeriksa setiap komponen satu persatu dalam rangkaian catu daya dan setelah Anda menguasainya, Anda dapat menemukan kesalahan dengan pengujian tegangan atau bahkan mengidentifikasi kesalahan pada blok bagian lainya.

Penting untuk diperhatikan!
Setelah Anda menyelesaikan seluruh pengujian komponen dan sudah mengganti bagian-bagian yang diperlukan, Anda harus menyalakan catu daya dengan menggunakan bohlam 100-watt yang terhubung dengan sekering. [ antar kaki sekering] putuskan pada jalur penting pada sekunde terutama pada beban berukuran volt besar.

Jika lampu bohlam sangat terang dan tidak akan padam bahkan setelah beberapa menit, maka masih ada masalah dalam catu daya. Jika bohlam menjadi redup atau mati, Anda tahu bahwa korsleting itu telah teratasi dan Anda sekarang dapat menyalakan power supply dengan yakin tidak ada keraguan takut mati lagi.

Jika Anda ingin menjadi ahli dalam perbaikan power suplay, Anda harus berlatih, membaca dan memahami sepenuhnya tentang komponen elektronik dasar dan catu daya bekerja. tanamkan pengetahuan tentang catu daya smps di pikiran dan tangan Anda, saya percaya, tidak akan ada masalah catu daya yang terlalu sulit bagi Anda untuk diperbaiki.

Rabu, 23 Mei 2018

Rangkain Power Supply Tegangan Variasi Zener

Rangkaian ini adalah rangkaian power supply tegangan variasi zener, yaitu rangkaian catu daya yang merubah tegangan AC 220V menjadi tegangan DC yang bervariasi atau bisa diatur dari 0 - 12 VDC, yang di dalamnya terdapat komponen dioda zener sebagai stabilisator tegangan pada saat nilai maksimum.

Artikel sebelumnya, rangkaian catu daya dengan tegangan bervariasi, dimana ia menggunakan trafo step down 220/12 V non CT 500 mA, yang biasanya terdapat banyak pilihan tegangan pada bagian sekundernya (3V; 4,5V; 6V; 7,5V; 9V dan 12V), maka untuk mengatur tegangan output tersebut adalah dengan saklar putar yang akan terhubung pada tegangan yang kita inginkan. 

Bagaimana bila kita inginkan tegangan DC variasi menggunakan trafo CT?
Pada pos ini kita menggunakan trafo step down 220/12 V CT 500 mA, yang tidak punya banyak pilihan output tegangan, sehingga untuk mengatur tegangan output ialah dengan potensiometer sebagai pembagi tegangan yang kemudian diumpan ke bagian penguat. Lihat gambar rangkaiannya di bawah ini.


Daftar rangkaian:
  • R1 = 100 Ω
  • R2 = 2 kΩ (potensiometer)
  • R3 = 10 kΩ
  • C1 = 2200 uF/ 16 V
  • C2 = 10 uF/ 16 V
  • C3 = 100 uF/ 16 V
  • Q1 = Transistor NPN BC548
  • Q2 = Transistor NPN BD139
  • D1, D2 = IN4002
  • D3 = Zener 12 V (BZX79-C12)
  • T1 = Trafo step-down 220/12 V 500mA CT
  • F1 = Fuse 0,5 A
  • VM = Volt meter 20 VDC

Karena rangkaian ini memiliki output yang bervariasi, maka kita perlu menambahkan sebuah alat untuk mengukur dan menampilkan output tegangan yang dihasilkan, dan alat itu adalah volt meter DC seperti yang terlihat pada gambar di atas.

Senin, 21 Mei 2018

Pengertian Inverter

Inverter adalah Rangkaian elektronika atau Komponen elektronika yang digunakan untuk mengkonversikan atau mengubah tegangan searah (DC) ke suatu tegangan bolak-balik (AC). Ada beberapa topologi inverter yang ada, dari yang hanya menghasilkan tegangan keluaran kotak bolak-balik (push-pull inverter) sampai yang sudah bisa menghasilkan tegangan sinus murni (tanpa harmonisa). selain itu inverter juga memiliki banyak jenis yakni inverter satu (1) frasa, inverter tiga (3) frasa tidak sampai situ sajah inverter juga ada yang multi frasa semua memiliki fungsi masing masing Dan ada juga inverter multilevel (kapasitor split, diode clamped dan susunan kaskade).


Inverter adalah komponen yang paling sering di gunakan karena pada rangkaian listik DC atau tegangan searah jika kalian bingung di mana tegangan listrik DC terdapat pada baterai merupakan sumber Tegangan DC yang sering kita temui.

Selain dapat merangkai sendiri inverter anda sekarang juga dapat membeli inverter di toko elektro dengan berbagai daya misalnya inverter 5000 watt, inverter 150 watt dan lain lain dengn kwalitas yang beragam. Jika kalian ingin merangkai inverter 12V DC to 220V AC dari barang bekas bisa langsung klik di sini

Untuk cara kerja inverter tidak sempat menjelaskan disini mungkin di artikel selanjutnya dan semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan anda. Perlu di ingat bahwa Inverter adalah pengubah tegangan

Pengertian dan Fungsi ELCO (Electrolit Condensator)

Elco merupakan komponen elektronika yang hampir selalu ada di setiap rangkaian kenapa? karena fungsi elco di gunakan untuk mengetahui nilai kapasitas suatu elco di dalam satuan uf (mikro farad). Fungsi elco sering di sebut sebagai kapasitor polar. Elco merupakan jenis kapasitor yang bertipe polar, Apa itu kapasitor polar? Pengertian nya yaitu suatu kapasitor yang memiliki dua kutub yang berlainan pada setiap kakinya jadi pada pemasangan komponen ini tidak bisa terbalik.


Fungsi ELCO (Electrolit Condensator)
Kapasitor elektrolit yang biasa di sebut ELCO memiliki fungsi sebagai penyimpan arus listrik searah DC tapi tidak dengan jumlah besar arus yang di simpan ini hanya untuk menstabilkan arus listrik ke beban agar tidak naik turun.

Elco memiliki 2 kaki yakni positif (+) dan negative (-) karena fungsinya yang cukup berguna bagi rangkaian maka elco sering di gunakan pada setiap skema elektronik mulai dari yang dasar misal rangkaian amplifier rangkaian inverter rangkaian power supply dan masih banyak lagi. pada ELCO (Electrolit Condensator) masih di bagi menjadi 2 jenis yakni kapasitor polar dan bipolar.

Pengertian ELCO (Electrolit Condensator)
Sebelum kita masuk ke pengertian ELCO kita bahas sedikit pengertian kapasitor agar kalian paham betul tentang ELCO. Kapasitor adalah salah satu komponen elektronika pasif yang digunakan di hampir semua rangkaian elektronika baik yang sederhana sampai dengan yang rumit. sedang elco merupakan pecahan atau jenis dari kapasitor, ELCO (Electrolit Condensator) adalah jenis kapasitor yang memiliki dua kutub pada kaki-kakinya. Kapasitor ini juga biasa disebut dengan kapasitor polar.

Sudah lumayan mengetahui bukan tentang fungsi elco dan pengertiannya terkecuali kurang mengetahui bisa tinggalkan komentar di bawah agar membantu yang lain juga. lumayan sekian artikel ini aku membuat terima kasih 

Jumat, 11 Mei 2018

Mengenal Listrik

Coba  Bayangkan apabila di daerah Anda belum terjangkau Jaringan Listrik, Repot Bukan? Tak bisa dipungkiri listrik memang menjadi kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Selain digunakan untuk penerangan listrik juga digunakan untuk sumber tenaga peralatan rumah tangga yang sebagian besar menggunakan listrik. 

Mengenal Listrik

Elektronika sangat membutuhkan sekali Listrik .Bagaimana tidak? Untuk merakit dan Menguji Rangkaian elektronika seperti Power supply, Amplifier dan lain-lain menggunakan listrik. Oleh sebab itu jika anda ingin menekuni hobi elektronika Hal pertama yang harus anda pelajari yaitu Tentang Lisrik jangan sampai ketika anda sedang praktek kemudian ada masalah dengan Listrik Anda tidak bisa mengatasinya.

Nah…kali ini saya akan membahas tentang dasar-dasar kelistrikan sebagai bekal untuk menekuni hobi elektronika.

Listrik

Kegunaan.Tenaga 
Listrik dapat dirubah menjadi tenaga Mekanik contohnya Kipas Angin, Pompa Air kemudian Tenaga listrik bisa juga untuk memproses kimia contohnya pada pengisian Aki.Tenaga listrik bisa juga dirubah menjadi energi panas misalnya Setrika, Solder, Rice Cooker kemudian Tenaga listrik bisa juga menimbulkan cahaya misalnya Lampu dan yang terakhir Tenaga listrik digunakan sebagai sumber daya didalam tehnik elektronika misalnya Televisi, Amplifier.

Sumber Arus Listrik
Sebuah peralatan yang mampu menghasilkan arus listrik dinamakan Sumber Arus Listrik yang terbagi berdasarkan peristiwanya, Diantaranya Listrik yang ditimbulkan karena Induksi/Magnetik dan digerakkan tenaga mekanis misalnya Generator/Dinamo, 
Listrik yang ditimbulkan karena proses kimia misalnya Aki,Baterai.Kemudian Listrik  yang ditimbulkan karena cahaya misalnya solar sel.

Penghantar Listrik
Untuk mengalirkan arus listrik dari Sumbernya ke peralatan diperlukan penghantar listrik Namun tidak semua benda dapat menghantarkan arus listrik. Oleh sebab itu diperlukan pengetahuan tentang pembagian benda berdasarkan sifat penghantarnya yiatu: Konduktor, Resistor dan Isolator. 
  • Konduktor dapat dengan mudah menghantarkan arus listrik misalnya besi,tembaga 
  • Resistor sulit untuk menghantarkan arus listrik misalnya Nikelin, arang 
  • Isolator sama sekali tidak bisa menghantarkan arus listrik misalnya Kayu, Plastik.
Kuat arus, hambatan, tegangan dan  Daya listrik
Berbicara tentang Listrik tak bisa lepas dari 4 istilah berikut ini: Kuat arus, Hambatan, tegangan listrik dan  Daya listrik. Besarnya kuat arus listrik diukur dengan satuan Ampere. Kemudian besarnya hambatan listrik diukur dengan satuan Ohm. Selanjutnya besarnya tegangan listrik diukur dengan satuan Volt. Dan yang terakhir Daya listrik adalah Hasil kali tegangan dengan kuat arusnya dengan satuan Watt.

Arus AC/DC
Arus AC (Arus Bolak Balik) merupakan arus listrik yang mengalir dari kutub positif ke kutub negative dan kemudian bertukar arah dari kutub negatif ke kutub positif yang terjadi secara berulang-ulang, misalnya Listrik PLN. Sedangkan Arus DC (Arus searah) hanya mengalir dari kutub positif ke negatif secara terus menerus tanpa bertukar arah, misalnya Baterai, Aki.

Mencegah Bahaya Listrik
Hobi Elektronika akan selalu berhubungan dengan listrik misalnya Menyolder atau Mencoba rangkaian oleh sebab itu diperlukan antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang bisa membahayakan keselamatan jiwa. Berikut ini Tips untuk mencegah bahaya listrik.

  • Hindari menumpuk stop kontak dalam satu sumber listrik.
  • Pakailah  sekering yang sesuai dengan Daya yang tersambung.
  • Jangan Biarkan ada kabel yang terkelupas atau terbuka.
  • Gunakan bahan instalasi seperti Kabel, Sakelar, Fitting yang berkualitas  minimal Berlabel SNI.
  • Selalu hati-hati dan tidak  ceroboh dalam menggunakan listrik jika perlu selalu menggunakan alas kaki/Sandal kering ketika merakit/menyolder dan mencoba rangkaian.
  • Pastikan Instalasi listrik dirumah anda memiliki Grund/Pentanahan yang Benar cirinya menggunakan instalasi 3 kabel(Biasanya Merah/+,Hitam- dan Kuning Ground). Pernahkah anda memegang Lemari ES atau CPU Komputer kesetrum? Hal tersebut disebabkan instalasi yang digunakan tidak menggunakan 3 kabel.

Selasa, 08 Mei 2018

Proximity Sensor (Sensor Jarak) dan Jenis-jenisnya

Proximity Sensor (Sensor Proksimitas) atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Sensor Jarak adalah sensor elektronik yang mampu mendeteksi keberadaan objek di sekitarnya tanpa adanya sentuhan fisik. Dapat juga dikatakan bahwa Sensor Proximity adalah perangkat yang dapat mengubah informasi tentang gerakan atau keberadaan objek menjadi sinyal listrik.

Proximity Sensor tidak menggunakan bagian-bagian yang bergerak atau bagian mekanik untuk mendeteksi keberadaan objek disekitarnya, melainkan menggunakan medan elektromagnetik ataupun sinar radiasi elektromagnetik untuk mengetahui apakah ada objek tertentu disekitarnya. Jarak maksimum yang dapat dideteksi oleh sensor ini disebut dengan “nomimal range” atau “kisaran nominal”. Beberapa Proximity Sensor juga dilengkapi fitur pengaturan nominal range dan pelaporan jarak objek yang dideteksi.

Proximity Sensor (Sensor Jarak)

Proximity Sensor atau Sensor Jarak ini adalah perangkat yang sangat berguna apabila digunakan di tempat yang berbahaya. Namun seiring dengan perkembangan teknologi, Proximity Sensor ini telah banyak digunakan untuk  mempermudah pekerjaan manusia. Bahkan, Sensor Jarak ini sudah diaplikasikan pada hampir semua jenis ponsel pintar (smartphone) zaman ini.

Sensor Proximity ini umumnya digunakan untuk mendeteksi keberadaan, kedekatan, posisi dan penghitungan pada mesin otomatis dan sistem manufaktur. Mesin-mesin yang menggunakan Sensor Proksimitas ini diantaranya adalah mesin kemasan, mesin produksi, mesin percetakan, mesin pencetakan plastik, mesin pengerjaan logam, mesin pengolahan makanan dan masih banyak lagi.

Jenis-jenis Proximity Sensor (Sensor Jarak)
Sensor Proximity dapat diklasifikasikan menjadi 4 jenis, yaitu Inductive Proximity Sensor, Capacitive Proximity Sensor, Ultrasonic Proximity Sensor dan Photoelectric Sensor. Berikut adalah penjelasan singkat tentang keempat jenis Proximity Sensor ini.

Inductive Proximity Sensor (Sensor Jarak Induktif)


Sensor Jarak Induktif atau Inductive Proximity Sensor adalah Sensor Jarak yang digunakan untuk Sensor Jarak yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan logam baik logam jenis Ferrous maupun logam jenis non-ferrous. Sensor ini dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan (ada atau tidak adanya objek logam), menghitung objek logam dan aplikasi pemosisian. Sensor induktif sering digunakan sebagai pengganti saklar mekanis karena kemampuannya yang dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi dari sakelar mekanis biasa. Sensor Jarak Induktif ini juga lebih andal dan lebih kuat.

Sensor Proximity Induktif pada umumnya terbuat dari kumparan/koil dengan inti ferit sehingga dapat menghasilkan medan elektromagnetik frekuensi tinggi.  Output dari sensor jarak jenis induktif ini dapat berupa analog maupun digital. Versi Analog dapat berupa tegangan (biasanya sekitar 0 – 10VDC) atau arus (4 – 20mA). Jarak pengukurannya bisa mencapai hingga 2 inci. Sedangkan versi Digital biasanya digunakan pada rangkaian DC saja ataupun rangkaian AC/DC. Sebagian besar Sensor Induktif Digital dikonfigurasi dengan Output “NORMALLY – OPEN” namun ada juga yang dikonfigurasi dengan Output “NORMALLY – CLOSE”. Sensor Induktif ini sangat cocok untuk mendeteksi benda-benda logam di mesin dan di peralatan otomatisasi.

Inductive Proximity Sensor ini pada dasarnya terdiri dari sebuah osilator, sebuah koil dengan inti ferit, rangkaian detektor, rangkaian output, kabel dan konektor. Osilator pada Sensor Jarak ini akan membangkitkan gelombang sinus dengan frekuensi yang tetap. Sinyal ini digunakan untuk menggerakkan kumparan atau koil. Koil dengan Inti Ferit ini akan menginduksi medan elektromagnetik. Ketika garis-garis medan elektromagnetik ini ter-interupsi oleh objek logam, tegangan osilator akan berkurang sebanding dengan ukuran dan jarak objek dari kumparan/koil. Dengan demkian, Sensor Proksimitas ini dapat mendeteksi adanya objek yang sedang mendekatinya. Pengurangan tegangan osilator ini disebabkan oleh arus Eddy yang diinduksi pada logam yang meng-interupsi garis-garis logam.

Capacitive Proximity Sensor (Sensor Jarak Kapasitif)


Sensor Jarak Kapasitif atau Capacitive Proximity Sensor adalah Sensor Jarak yang dapat mendeteksi gerakan, komposisi kimia, tingkat dan komposisi cairan maupun tekanan. Sensor Jarak Kapasitif dapat mendeteksi bahan-bahan dielektrik rendah seperti plastik atau kaca dan bahan-bahan dielektrik yang lebih tinggi seperti cairan sehingga memungkinkan sensor jenis ini untuk mendeteksi tingkat banyak bahan melalui kaca, plastik maupun komposisi kontainer lainnya.

Sensor Jarak Kapasitif ini pada dasarnya mirip dengan Sensor Jarak Induktif, perbedaannya adalah sensor kapasitif menghasilkan medan elektrostatik sedangkan sensor induktif menghasilkan medan elektromagnetik. Sensor Jarak Kapasitif ini dapat digerakan oleh bahan konduktif dan bahan non-konduktif. Elemen aktif Sensor Jarak Kapasitif dibentuk oleh dua elektroda logam yang diposisikan untuk membentuk ekuivalen (sama dengan) dengan Kapasitor Terbuka. Elektroda ini ditempatkan di rangkaian osilasi yang berfrekuensi tinggi. Ketika objek mendekati permukaan sensor jarak kapasitif ini, medan elektrostatik pelat logam akan terinterupsi sehingga mengubah kapasitansi sensor jarak. Perubahan ini akan mengubah kondisi dalam pengoperasian sensor jarak sehingga dapat mendeteksi keberadaan objek tersebut.

Ultrasonic Proximity Sensor (Sensor Jarak Ultrasonik)


Sensor Jarak Ultrasonik atau Ultrasonic Proximity Sensor adalah sensor jarak yang menggunakan prinsip operasi yang mirip dengan radar atau sonar yaitu dengan menghasilkan gelombang frekuensi tinggi untuk menganalisis gema yang diterima setelah terpantul dari objek yang mendekatinya. Sensor Proximity Ultrasonik ini akan menghitung waktu antara pengiriman sinyal dengan penerimaan sinyal untuk menentukan jarak objek yang bersangkutan. sering digunakan untuk mendeteksi keberadaan objek dan mengukur jarak objek di proses otomasi pabrik.

Photoelectric Proximity Sensor (Sensor Jarak Fotolistrik)


Sensor Jarak Fotolistrik atau Photoelectric Proximity Sensor adalah sensor jarak yang menggunakan elemen peka cahaya untuk mendeteksi obyek. Sensor Proximity Fotolistrik terdiri sumber cahaya (atau disebut dengan Emitor) dan Penerima (Receiver).

Terdapat 3 jenis Sensor Jarak Fotolistrik, yaitu :
  1. Direct Reflection – Emitor dan Receiver yang ditempatkan bersama, menggunakan cahaya yang dipantulkan langsung dari obyek untuk dideteksi.
  2. Refleksi dengan Reflektor – Emitor dan Receiver yang disimpan bersama dan membutuhkan Reflektor, Sebuah Obyek dideteksi ketika obyek tersebut mengganggu berkas cahaya antara sensor dan reflektor.
  3. Thru Beam – Emitor dan Receiver ditempatkan secara terpisah, mendeteksi suatu obyek ketika obyek tersebut mengganggu berkas cahaya antara pemancar dan penerima.

Fungsi Proximity Sensor pada Smartphone
Seperti yang disebutkan diatas, Proximity Sensor yang biasanya disingkat dengan P-Sensor adalah perlengkapan wajib yang telah digunakan oleh sebagian produsen ponsel pintar atau smartphone saat ini. Pada saat pengguna smartphone melakukan panggilan telepon atau menerima telepon, smartphone akan didekatkan ke telinga. 

Proximity Sensor akan mendeteksi adanya objek yang mendekatinya dan memberikan sinyal untuk mematikan fungsi layar sentuh sehingga layar sentuh tidak akan melakukan respon apapun apabila tersentuh telinga ataupun anggota tubuh lainnya. Namun ketika panggilan atau penerimaan telepon selesai dan Smartphone menjauh dari telinga, sensor proximity akan mengirimkan sinyal untuk mengaktifkan kembali fungsi layar sentuh. Dengan demikian, fungsi layar sentuh akan aktif kembali dan layarnya pun akan hidup kembali

Senin, 07 Mei 2018

Osilator

Teori Dasar
Osilator adalah suatu alat yang merupakan gabungan elemen-elemen aktif dan pasif untuk menghasilkan bentuk gelombang sinusoidal atau bentuk gelombang periodik lainnya. Suatu osilator memberikan tegangan keluaran dari suatu bentuk gelombang yang diketahui tanpa penggunaan sinyal masuk dari luar. Osilator mengubah daya arus seaarh (dc) dari catu daya ke daya arus bolak-balik (ac) dalam beban. Dengan demikian fungsi osilator berlawanan dengan penyearah yang mengubah daya searah ke daya bolak-balik.


Suatu osilator dapat membangkitkan bentuk gelombang pada suatu frekuensi dalam batas beberapa siklus tiap jam sampai beberapa ratus juta siklus tiap detik. Osilator dapat hamper secara murni menghasikan gelombang sinusoidal dengan frekuensi tetap, ataupun gelombang yang hanya dengan harmonic. Osilator umumnya digunakan dalam pemancar dan penerima radio dan televise, dalam radar dan dalam berbagai sistem komunikasi.

Jenis-jenis Osilator
Osilator dapat diklasifikasikan dalam berbagai cara. Tregantung kepada alam bentuk gelombang yang dibangkitkan, osilator dapat dibagi menjadi dua kategori : osilator sinusoidal atau osilator harmonic dan osilator relaksasi. Osilator sinusoidal menghasilkan bentuk gelombang sinusoidal atau mendekati sinusoidal pada frekuensi tertentu. Osilator relaksasi menghasilkan bentuk gelombang bukan sinusoidal seperti gelombang segiempat dan gelombang gigi-gergaji.

Osilator dapat pula digolongkan pada alat-alat tertentu yang menghasilkan osilasi. Pada penggolongan ini, osilator dapat merupakan jenis resistansi negatif atau jenis umpan balik. Osilator resistansi negatif menggunakan alat aktif yang memproses lengkung karakteristik arus tegangan dengan kemiringan negatif dalam daerah operasinya. Dioda kanal merupakan alat resistansi negatif yang digunakan dalam resistor. Osilator umpan-balik sebaliknya, mempunyai penguat umpan-balik regeneratif (positif), dimana perolehan lingkar juga diatur sedemikian sehingga perolehan keseluruhan menjadi tidak terhingga.

Baik osilator sinusoidal maupun osilator relaksaasi dapat merupakan jenis resistansi negatif dan jenis umpan-balik. Osilator sinusoidal jenis umpan-balik dapat digolongkan lebih lanjut menjadi osilator LC (indktor-kapasitor) dan RC (tahanan kapasitor).

Osilator sinusoidal kadang-kadang digolongkan menurut frekuensi sinyal yang dihasilkan. Jadi osilator yang membangkitkan sinyal dalam daerah frekuensi audio dikenal sebagai osilator frekuensi audio. Demikian pula, osilator yang menghasilkan sinyal-sinyal daerah frekuensi radio dinamakan osilator frekuensi radio, dan seterusnya.


Klasifikasi osilator didasarkan pada daerah frekuensi yang dihasilkan.
  • Osilator Frekuensi Audio (AF) beberapa hz -20 KHz
  • Osilator Frekuensi Radio (RF) 20 KHz - 30MHz
  • Osilator Frekuensi Sangat Tinggi (VHF) 30MHz - 300MHz
  • Osilator Frekuensi Ultra Tinggi (UHF) 300MHz - 3GHz
  • Osilator Gelombang Mikro 3 GHz - Beberapa GHz

Prinsip Dasar Osilator
Dalam suatu osilator, suatu resistansi negatif diberikan untuk kompensasi kehilangan-kehilangan (kebocoran) dalam rangkaian. Dalam osilator umpan-balik, umpan-balik positif dari luar cukup untuk membuat perolehan keseluruhan menjadi tidak terhingga dan memberikan resistansi negatif yang diperlukanuntuk menanggulangi peredaman alami dari osilator. Dalam osilator resistansi negatif terjadi umpan-balik positif dalam dan berperan menghasilkan resistansi negatif yang diperlukan.

Dalam suatu osilator tidak ada sinyal yang diberikan dari luar. Sinyal awal untuk menyulut (trigger) osilasi biasanya diberikan oleh tegangan derau. Tegangan derau muncul sewaktu catu daya dihidupkan. Karena spektrum frekuensi derau sangat lebar, osilator selalu memiliki tegangan komponen pada frekuensi yang benar untuk bekerjanya osilator.

Jumat, 04 Mei 2018

Kiat Menghemat Energi Listrik di Rumah Tangga

Mendengar tidak sama dengan melihat dan melihat tidak sama dengan melakukan. Ajaran seindah apapun tidak akan ada gunanya jika tidak dilakukan. Sayangilah listrik anda, mulailah dengan menggunakannya dengan hemat dengan menjalankan tips-tips berikut.


Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dan menumbuhkan sikap hemat energi listrik di rumah
tangga, antara lain : Menyambung daya listrik dari PLN sesuai dengan kebutuhan. Rumah Tangga kecil misalnya, cukup dengan daya 450 VA atau 900 VA, rumah tangga sedang cukup dengan daya 900 VA hingga 1300 VA. Memilih peralatan rumah tangga yang tepat dan sesuai kebutuhan. Membentuk perilaku anggota rumah tangga yang hemat listrik, seperti: Menyalakan alat-alat listrik hanya saat diperlukan. Menggunakan alat-alat listrik secara bergantian. Menggunakan tenaga listrik untuk menambah pendapatan rumah tangga (produktif). Peralatan listrik rumah tangga pada 
umumnya sudah dirancang untuk pemakaian listrik yang hemat, namun pada prakteknya masih ditemukan pemborosan energi listrik. Hal ini dapat terjadi antara lain karena penggunaan peralatan dengan cara yang kurang tepat.

Adapun Langkah-langkah Penggunaan Peralatan Listrik Rumah Tangga Dalam Menghemat Pemakaian Energi Listrik diantanya :

Penghematan Energi Pada Pencahayaan
  • Padamkan lampu apabila ruangan tidak dipakai.
  • Padamkan lampu pada siang hari.
  • Kurangi penerangan listrik yang berlebihan.
  • Atur letak perabot agar tidak menghalangi cahaya lampu dalam ruangan.
  • Menyalakan lampu halaman/taman bila hari benar-benar telah mulai gelap.
  • Matikan lampu halaman/taman bila hari sudah mulai terang kembali.

Penghematan Energi Pada Tata Udara

  • Memilih AC hemat energi dan daya yang sesuai dengan besarnya ruangan.
  • Gunakan kapasitas AC yang tepat dan efisien.
  • Gunakan pengatur waktu (timer) agar AC beroperasi hanya pada saat dibutuhkan.
  • Kontrol temperature dengan termostat.
  • Gunakan penutup pada bagian ruangan yang terkena sinar matahari langsung.
  • Usahakan pintu, jendela dan ventilasi udara selalu tertutup agar kelembaban cukup rendah.
  • Hindari menempatkan sesuatu yang menghalangi sirkulasi udara.
  • Bersihkan filter AC, coil kondensor dan sirip AC secara teratur.
  • Mengatur suhu ruangan secukupnya, tidak menyetel AC terlalu dingin.
  • Menempatkan AC sejauh mungkin dari sinar matahari langsung, agar efek pendingin tidak berkurang.
  • Matikan AC bila ruangan kosong dalam jangka waktu relatif lama.

Penghematan Energi Pada Pompa Air
  • Gunakan bak penampungan air (menyimpan air di posisi atas).
  • Gunakan pelampung air di penampungan.
  • Gunakan air secara hemat dan cegah kebocoran air pada kran dan pipa.

Sering terjadi pompa bekerja terus menerus, padahal tidak ada pemakaian. Penyebabnya adalah sebagai berikut :
  • Rele tekan ( pressure switch ) tidak bekerja.
  • Instalasi pipa air di dalam bangunan ada yang bocor.
  • Kran air tidak ditutup sempurna atau rusak.

Penghematan Energi Pada Mesin Cuci
  • Menggunakan mesin cuci sesuai dengan kapasitas.
  • Kapasitas berlebih mengakibatkan perlambatan perputaran mesin dan menambah beban pemakaian listrik.
  • Kapasitas yang kurang menyebabkan tidak efisien, karena mesin cuci tersebut menggunakan energi yang sama.
  • Gunakan pengering hanya pada cuaca mendung/hujan. Bila cuaca cerah, sebaiknya memanfaatkan sinar matahari.

Penghematan Energi Pada Lemari Pendingin
  • Memilih lemari es dengan ukuran / kapasitas yang sesuai.
  • Pintu lemari es ketika menutup harus selalu tertutup rapat.
  • Isi lemari es harus sesuai dengan kapasitas (Jangan terlalu sesak).
  • Tempatkan lemari es jauh dari sumber panas (kompor, sinar matahari langsung).
  • Tempatkan lemari es min. 15 cm dari tembok, agar sirkulasi udara ke kondensor baik.
  • Hindari penempatan bahan makanan / minuman yang masih terlalu panas.
  • Mengatur suhu lemari es sesuai kebutuhan. Karena semakin rendah temperatur ,semakin banyak energi listrik yang digunakan.
  • Ganti karet isolasi pada pintu / kabinet secepatnya apabila rusak.
  • Membersihkan kondensor ( terletak dibelakang lemari es ) secara teratur dari debu dan kotoran, agar proses pelepasan panas berjalan dengan baik.
  • Mematikan lemari es bila tidak digunakan dalam waktu lama.

Penghematan Energi Pada Setrika
  • Atur penggunaan tingkat panas yang disesuaikan dengan bahan yang diseterika (sutera, wol, polyster, katun dan sebagainya).
  • Bersihkan sisi besi bagian bawah seterika secara teratur agar penghantaran panas berlangsung baik
  • Menyeterika sekaligus banyak jangan hanya satu atau dua potong pakaian.
  • Mematikan seterika bila akan ditinggal cukup lama.

Penghematan Energi Lainnya
  • Kurangi pemakaian listrik pada waktu beban puncak pada jam 18.00 - 22.00
  • Gunakan Peralatan Listrik Hemat Energi
  • Matikan magic-jar atau magic-com bila nasi sudah tersisa sedikit karena listrik untuk menghangatkan nasi menjadi sia-sia.
  • Mematikan televisi, radio, tape recorder, serta perlatan audio visual lainnya, bila tidak ditonton atau didengarkan.
  • Lepaskan kabel peralatan listrik bila peralatan sedang tidak digunakan.
  • Bila peralatan listrik yang menggunakan sistem remote sedang tidak digunakan, jangan mematikan dengan remote control (stand by). Tetapi matikan dari tombol on-off atau lepaskan tusuk kontak.
  • Nyalakan water heater 20 menit sebelum air panas digunakan
  • Bersihkan secara periodik kaca jendela. Kaca jendela yang bersih akan meneruskan cahaya lebih banyak.
  • Bersihkan secara periodik bola lampu / tabung lampu beserta reflektornya agar supaya bersih agar tidak mengurangi cahaya.

Kamis, 03 Mei 2018

Prosedur Melakukan HV Test (Hi-pot) untuk Peralatan Elektrikal

Sebagai mana yang kita ketahui bahwa perlatan-peralatan elektrikal seperti Switchgear, Trafo, harus kembali menjalani beberapa test setibanya di site, salah satunya adalah HV-Test atau biasa disebut Hipot test.


Berikut adalah step-step dan prosedure melakukan HV test berdasarkan technical practise dan pengalaman :

Persyaratan Umum
  1. HV test harus dilakukan oleh authorized personel
  2. Safety officer dan commissioning personel harus menyaksikan dan memverifikasi
  3. Semua personel yang terlibat harus mendapatkan ijin masuk site

Tujuan
  • Tujuan HV test adalah untuk mengetahui jika terdapat kebocoran arus pada saat test tegangan tersebut.
Persiapan
  • Peralatan uji HV harus ditempatkan di sisi Switchgear yang akan di test.
  • Kabel MV harus dilepas dari Terminal MV dan busbar harus diisolasi dari Main CB,VTS, arrester Surge, kontrol Kabel.
  • Semua terminal sekunder CT harus dilepas da diisolasi.
  • Amankan daerah pengujian dengan tanda keselamatan (papan peringatan / klakson/ dsb).
  • Pastikan wilayah pengujian bersih.
  • Sediakan Power Supply untuk alat uji Hi-pot.

Langkah-langkah pengujian
  • Siapkan gambar dan alat-alat.
  • Keselamatan Koordinasi dengan personil yang terlibat tentang lingkup pekerjaan.
  • Lepaskan semua peralatan yang dapat rusak dengan uji HV
  • Amankan daerah benda uji untuk safety.
  • Pastikan wilayah pengujian bersih.
  • Lakukan test Tahanan Isolasi selama 1 menit per titik uji sebelum uji HV.
  • Discharge tegangan sisa pada Obyek ke tanah menggunakan grounding stick.
  • Lakukan DC / AC HV test dan peningkatan tegangan perlahan-lahan. Pantau Kebocoran pada interval sampai nilai uji nominal tercapai.
  • Tegangan Nominal DC Hi-pot adalah 3 x Un (Phasa ke Netral), durasi 10 menit per titik uji. Mengacu pada IEC-60298, IEC-60694.
  • Tegangan Nominal untuk AC tes Hi-pot adalah 80% dari nilai tegangan pada objek, durasi 10 menit per titik uji. Lihat IEC 62271-200: 2003.
  • Catat nilai kebocoran arus setiap 1 menit.
  • Setelah 10 menit, kurangi tegangan rendah perlahan sampai nol dan kemudian matikan tes HV.
  • Discharge tegangan sisa pada Obyek ke Ground menggunakan grounding stick.
  • Lakukan test Tahanan Isolasi untuk 1 menit per titik uji setelah pengujian HV.
  • Discharge tegangan sisa pada Obyek ke tanah menggunakangrounding stick.
  • Catat semuanya pada form yang telah disediakan..

Done, jangan lupa untuk merapikan semuanya kembali.

Senin, 30 April 2018

Elektronika Daya

Definisi
Elektronika daya merupakan cabang ilmu elektronika yang berkaitan dengan pengolahan dan pengaturan daya listrik yang dilakukan secara elektronis (Rashid, M,2008). Elektronika daya berkaitan dengan pengolahan atau pemrosesan energi listrik, yakni mengubah daya listrik dari satu bentuk kebentuk lainnya dengan mengendalikan atau memodifikasi bentuk tegangan atauarusnya menggunakan peranti elektronik (Singh, 2008). Ruang lingkup elektronika daya meliputi: Elektronika, Teori rangkaian listrik, Sistem kontrol, Elektromagnetika, Mesin – mesin listrik, Sistem tenaga listrik, Komponen semikonduktor dan komputer (Acha, E, 2002).

Sistem elektronika merupakan dasar utama pada aplikasi elektronika daya. Sistem elektronika akan membahas tentang peralatan elektronika yang terdiri dari semikonduktor dan komponen lainnya dalam suatu rangkaian elektronika. Untuk mempelejari elektronika daya diperlukan pemahaman terhadap materi rangkaian elektronika baik analog maupun digital.

Sistem Tenaga Listrik, objek utama dalam apliksasi elektronika daya dimana peralatan dan sistem yang memiliki daya (tegangan dan arus) listrik yang cukup besar. Oleh karena itu untuk lebih memahami elektronika daya diperlukan pemahaman yang baik terhadap sistem tenagalistrik.
Sistem Kontrol, aplikasi elektronika daya pada umumnya untuk melakukan pengontrolan aplikasi di industri. Oleh karena itu diperlukan pemahaman yang baik terhadap teknik dan sistem kontrol berbagai peralatan yang digunakan di industri. Contoh pengaturan yang paling sering ditemui adalah pengaturan kecepatan putar motor listrik, pengaturan torsi motor listrik, pengaturan kecepatan aliran (flow) minyak, gas, pengaturan temperature, pengaturan tekanan, pengaturan kecepatan conveyor, pengaturan gerakan peralatan di industri dan pengaturan-pengaturan parameter lainnya.

Sistem komputer aplikasi industri sekarang ini kebanyakan sudah terintegrasi dengan sistem komputer. Untuk melakukan pengaturan berbagai peralatan di industri dilakukan secara remote dan hasilnya dapat dimonitor dengan tampilan yang terintegrasi dengan database yang dioleh dalam komputer.

Konversi Daya
Ada empat tipe konversi daya atau ada empat jenis pemanfatan energi yang berbeda-beda, yaitu penyearah, DC chopper, inverter, dan AC-AC konverter.
  1. Penyearah: berfungsi menyearahkan listrik arus bolak-balik menjadi listrik arus searah.
  2. DC Choper: dikenal juga dengan istilah DC-DC konverter. Listrik arus searah diubah dalam menjadi arus searah dengan besaran yang berbeda.
  3. Inverter: yaitu mengubah listrik arus searah menjadi listrik arus bolakbalik pada tegangan dan frekuensi yang dapat diatur.
  4. AC-AC Konverter: yaitu mengubah energi listrik arus bolak-balik dengan tegangan dan frekuensi tertentu menjadi arus bolak-balik dengan tegangan dan frekuensi yang lain. Ada dua jenis konverter AC, yaitu pengatur tegangan AC (tegangan berubah,frekuensi konstan) dan cycloconverter (tegangan dan frekuensi dapat diatur).

Komponen Elektronika Daya

  • Dioda



  • Transistor



  • Thyristor



  • IGBT ( Insulated Gate Bipolar Transistor)



Aplikasi Elektronika Daya
Aplikasi dari elektronika daya misalnya sebagai pengendali tegangan AC, pengendalian dimer,dan aplikasi IGBT untuk inverter .

Pengendali Tegangan AC
Teknik pengontrolan fasa memberikan kemudahan dalam sistem pengendalian AC. Pengendali tegangan saluran AC digunakan untuk mengubah-ubah harga rms tegangan AC yang dicatukan ke beban dengan menggunakan Thyristor sebagai sakelar. Penggunaan alat ini antara lain, meliputi:
  • Kontrol penerangan 290
  • Kontrol alat-alat pemanas
  • Kontrol kecepatan motor induksi

Pengendalian Dimer
Pengendalian yang bisa dilakukan dengan menggunakan metoda ini hanya terbatas pada beban fasa satu saja. Untuk beban yang lebih besar,metode pengendalian, kemudian dikembangkan lagi menggunakan sistem fasa tiga, baik yang setengah gelombang maupun gelombang penuh (rangkaian jembatan).

Aplikasi IGBT untuk Konverter
Rangkaian Cycloconverter di mana tegangan AC 3 phasa disearahkan menjadi tegangan DC oleh enam buah Diode. Selanjutnya sembilan buah IGBT membentuk konfigurasi yang akan menghasilkan tegangan AC 3 phasa dengan tegangan dan frekuensi yang dapat diatur, dengan mengatur waktu ON oleh generator PWM. Rangkaian VVVF ini dipakai pada KRL merk HOLEC di Jabotabek.

Kamis, 26 April 2018

Aplikasi RFID Pada Sistem Keamanan

Untuk pemanfaatan RFID untuk aplikasi sistem keamanan, terdapat beberapa macam arsitektur yang dapat digunakan.

Aplikasi RFID Pada Sistem Keamanan

Sistem Fixed Code
Sistem ini merupakan sistem paling simpel yang paling sering digunakan. Kode senantiasa yang tersimpan di tag RFID dibaca dan dibandingkan bersama dengan kode yang tersimpan database. Untuk keperluan ini dapat digunakan tag RFID yang hanya dapat ditulis satu kali saja dan belum diprogram sama sekali. User dapat memprogram sendiri tag tersebut. Kelemahannya adalah user dapat menyebabkan copy dari tag RFID yang tidak dapat dibedakan oleh sistem keamanan. Tersedia pula tag RFID yang hanya dapat dibaca, dan udah diprogram pada sistem produksi bersama dengan nomer identifikasi yang unik. Sistem ini tidak memungkinkan pembuatan copy dari tag RFID. Sistem yang simpel ini tingkat keamanannya paling rendah.

Sistem Rolling Code
Beroperasi bersama dengan cara sama bersama dengan sistem Fixed Code, bakal namun kode rahasia pada tag RFID hanya berlaku pada periode saat tertentu. Pembaca RFID pada sistem ini perlu membawa kebolehan untuk menulis tag RFID. Tag RFID yang digunakan perlu dapat diprogram berkali-kali. Jadinya tiap-tiap terjadi sistem identifikasi maka sistem keamanan bakal membuat perubahan kode rahasia yang tersedia pada tag RFID, dan bakal menggunakan kode rahasia berikut untuk sistem identifikasi selanjutnya.

Sistem ini beri tambahan tingkat keamanan yang lebih baik, namun yang perlu dipertimbangkan adalah sistem sinkronikasi kode rahasia.

Sistem Proteksi Dengan Password
Sistem autentifikasi mutual yang simpel dapat disediakan oleh sistem RFID bersama dengan proteksi password. Data rahasia pada tag RFID hanya bakal ditransmisikan setelah Pembaca RFID mengirimkan knowledge berupa password yang sesuai untuk dapat menyatakan keabsahan pembaca RFID. Panjang dari password dapat bervariasi sesuai bersama dengan kebutuhan tingkat keamanan.

Password kebanyakan ditransmisikan dalam plain text. Waktu untuk menduga password bervariasi antar beberapa menit sampai beberapa tahun bergantung dari panjang dari password.

Untuk sistem keamanan bersama dengan banyak pengguna bersama dengan password berbeda, mempunyai keterbatasan yakni yakni total saat komunikasi yang amat lama, sebab pembaca RFID perlu menduga password dari database yang tersedia.

Sistem Kombinasi Rolling Code dan Password
Merupakan sistem kombinasi bersama dengan fasilitas kode rahasia berubah-ubah dan password untuk melindungi kode rahasia yang tersimpan dalam tag RFID. Isu yang kronis dari sistem ini adalah saat komunikasi dan sinkronisasi password. Dengan sistem ini bakal beri tambahan tingkat keamanan yang tinggi. 

Jumat, 20 April 2018

Jenis Colokan Listrik dan Socket Listrik

Untuk menghubungkan peralatan listrik bersama dengan sumber energi listrik AC (arus bolak-balik), diperlukan suatu komponen listrik yang kebanyakan kita sebut bersama dengan Colokan Listrik atau dalam bhs Inggris disebut bersama dengan Electric Plug dan pasangannya Soket Listrik yang dalam bhs Inggrisnya disebut bersama dengan Electrical Socket.  Colokan Listrik atau Electrical Plug adalah sebuah penghubung yang dapat dimasukan ke Soket sumber listrik. Sedangkan Soket Listrik (Electrical Socket) adalah titk penghubung antara peralatan listrik bersama dengan sumber listrik arus bolak-balik (AC) ketika Colokan listrik dicolokan ke soket listrik tersebut.

Setiap negara memiliki standar Colokan dan Socket listrik yang berbeda-beda. Namun pada umumnya, Colokan Listrik dan Soket Listrik ini dapat dibedakan menjadi 14 model berdasarkan standarisasi berasal dari  International Electrotechnical Commission. International Electrotechnical Commission yang disingkat bersama dengan IEC adalah sebuah organisasi non-pemerintah yang buat persiapan dan mempublikasikan standar internasional untuk seluruh teknologi elektronika dan kelistrikan.

Jenis-jenis Colokan Listrik dan Soket Listrik
Berikut ini adalah 14 model atau Tipe Colokan Listrik dan Soket Listrik yang telah distandarisasi oleh IEC dan daftar negara yang memanfaatkan model colokan listrik dan soket listrik yang bersangkutan dan juga standard tegangan dan Frekuensi Listrik yang digunakan.


Dari Tabel International Electrotechnical Commission (IEC) tersebut dapat diamati bahwa standar sumber tegangan listrik AC (bolak-balik) yang digunakan oleh negara-negara di dunia ini adalah berkisar diantara 110V hingga 240V bersama dengan Frekuensi Listrik 50Hz dan 60Hz. Ada negara yang memanfaatkan standar Tipe Colokan dan Socket yang sama, ada terhitung yang berbeda. Sebagai contoh, Indonesia memanfaatkan Colokan Listrik (AC Plug) dan Soket model C dan model F bersama dengan sumber tegangan listrik AC 220V dan Frekuensi 50Hz, namun China terhitung menggunak standar sumber tegangan listrik yang mirip namun China memanfaatkan Colokan Tipe Colokan dan Soket Tipe A, C dan I. 

Kamis, 19 April 2018

Sel Surya (Solar Cell), Pengertian dan Prinsip Kerjanya

Sel Surya atau Solar Cell adalah suatu perangkat atau komponen yang sanggup mengubah kekuatan cahaya matahari menjadi kekuatan listrik dengan gunakan komitmen pengaruh Photovoltaic. Yang dimaksud dengan Efek Photovoltaic adalah suatu fenomena dimana munculnya tegangan listrik dikarenakan ada hubungan atau kontak dua elektroda yang dihubungkan dengan proses padatan atau cairan pas memperoleh kekuatan cahaya. Oleh dikarenakan itu, Sel Surya atau Solar Cell sering disebut terhitung dengan Sel Photovoltaic (PV). Efek Photovoltaic ini ditemukan oleh Henri Becquerel terhadap tahun 1839.

Arus listrik timbul dikarenakan ada kekuatan foton cahaya matahari yang diterimanya berhasil membebaskan elektron-elektron didalam sambungan semikonduktor tipe N dan tipe P untuk mengalir. Sama layaknya Dioda Foto (Photodiode), Sel Surya atau Solar Cell ini terhitung mempunyai kaki Positif dan kaki Negatif yang mengakses ke urutan atau perangkat yang memerlukan sumber listrik.

Pada dasarnya, Sel Surya merupakan Dioda Foto (Photodiode) yang mempunyai permukaan yang terlampau besar. Permukaan luas Sel Surya berikut menjadikan perangkat Sel Surya ini lebih sensitif terhadap cahaya yang masuk dan menghasilkan Tegangan dan Arus yang lebih kuat berasal dari Dioda Foto terhadap umumnya. Contohnya, sebuah Sel Surya yang terbuat berasal dari bahan semikonduktor silikon sanggup menghasilkan tegangan setinggi 0,5V dan Arus setinggi 0,1A pas terkena (expose) cahaya matahari.

Saat ini, sudah banyak yang mengaplikasikan perangkat Sel Surya ini ke bermacam macam penggunaan. Mulai berasal dari sumber listrik untuk Kalkulator, Mainan, pengisi baterai hingga ke pembangkit listrik dan apalagi sebagai sumber listrik untuk menggerakan Satelit yang mengorbit Bumi kita.

Struktur Dasar dan Simbol Sel Surya (Solar Cell)
Berikut ini adalah Struktur Dasar, Bentuk dan Simbol Sel Surya (Solar Cell).


Prinsip Kerja Sel Surya (Solar Cell)
Sinar Matahari terdiri berasal dari partikel terlampau kecil yang disebut dengan Foton. Ketika terkena cahaya Matahari, Foton yang merupakan partikel cahaya Matahari berikut meghantam atom semikonduktor silikon Sel Surya agar menyebabkan kekuatan yang memadai besar untuk mengantarai elektron berasal dari struktur atomnya.  Elektron yang terpisah dan bermuatan Negatif (-) berikut bakal bebas bergerak terhadap daerah pita konduksi berasal dari material semikonduktor. Atom yang kehilangan Elektron berikut bakal berlangsung kekosongan terhadap strukturnya, kekosongan berikut dinamakan dengan “hole” dengan muatan Positif (+).

Daerah Semikonduktor dengan elektron bebas ini bersifat negatif dan bertindak sebagai Pendonor elektron, daerah semikonduktor ini disebut dengan Semikonduktor tipe N (N-type). Sedangkan daerah semikonduktor dengan Hole bersifat Positif dan bertindak sebagai Penerima (Acceptor) elektron yang dinamakan dengan Semikonduktor tipe P (P-type).

Di persimpangan daerah Positif dan Negatif (PN Junction), bakal menyebabkan kekuatan yang mendorong elektron dan hole untuk bergerak ke arah yang berlawanan. Elektron bakal bergerak jauhi daerah Negatif sedangkan Hole bakal bergerak jauhi daerah Positif. Ketika diberikan sebuah beban bersifat lampu maupun perangkat listrik lainnya di Persimpangan Positif dan Negatif (PN Junction) ini, maka bakal menyebabkan Arus Listrik.

Rangkaian Seri dan Paralel Sel Surya (Solar Cell)
Seperti Baterai, Sel Surya terhitung sanggup dirangkai secara Seri maupun Paralel. Pada umumnya, tiap-tiap Sel Surya menghasilkan Tegangan sebesar 0,45 ~ 0,5V dan arus listrik sebesar 0,1A terhadap pas terima cahaya cahaya yang terang. Sama halnya dengan Baterai, Sel Surya yang dirangkai secara Seri bakal menaikkan Tegangan (Voltage) sedangkan Sel Surya yang dirangkai secara Paralel bakal menaikkan Arus (Current). 


Rabu, 18 April 2018

Mengukur Komponen Elektronika dengan Multimeter

Dengan pakai multimeter atau multitester atau avometer, kamu bisa melakukan pengukuran pada komponen elektronika. Multimeter atau multitester atau avometer merupakan alat yang bisa digunakan untuk mengukur arus listrik, tegangan, dan hambatan.

Terdapat dua model multimeter atau multitester atau avometer yang biasa kami kenal, yaitu analog dan digital. Saat ini multimeter digital lebih banyak digunakan dikarenakan diakui lebih mudah dan presisi. Seiring perkembangannya, multimeter tak cuma bisa digunakan untuk mengukuran arus listrik, tegangan, dan halangan saja, tetapi terhitung bisa digunakan untuk mengukur kapasitansi, frekuensi, hingga bersama dengan induksi.

Mengukur Komponen Elektronika dengan Multimeter

Cara Mengukur Komponen Elektronika
Multimeter sendiri terdiri atas tiga bagian penting, yaitu display sebagai penampil nilai, saklar selektor untuk pengaturan, dan probe sebagai penghubung komponen yang hendak diuruk. Berikut ini adalah cara mengukur sebagian komponen elektronika pakai multimeter atau multitester atau avometer.

1. Cara Mengukur Dioda bersama dengan Multimeter
  • Pertama-tama atur saklar multimeter pada posisi OHM (Ω) x100 atau x1k
  • Hubungkan probe merah pada kaki katoda (kaki yang ada gelangnya)
  • Hubungkan terhitung probe hitam pada kaki anoda
  • Lihat display multimeter, maka jarum dapat bergerak ke kanan jikalau kamu pakai multimeter analog. Namun jikalau kamu pakai multimeter digital, dapat segera nampak angka tertentu
  • Untuk tahu dioda rusak atau tidak, silahkan balik probe merah ke kaki anoda dan probe hitam ke kaki katoda
  • Jika jarum display multimeter bergerak, berarti barangkali dioda telah rusak

2. Cara Mengukur Transistor bersama dengan Multimeter

Transistor PNP
  • Jika kamu pakai multimeter digital, pertama-tama atur posisi saklar ke gambar dioda
  • Setelah itu pertalian probe hitam pada kaki basis (B), dan probe merah pada kaki emitor (E)
  • Jika display perlihatkan angka tertentu, berarti transistor dalam situasi baik
  • Untuk tahu transistor PNP rusak atau tidak, salahkan pertalian probe merah pada kaki kolektor (C)
  • Jika display perlihatkan angka tertentu, berarti barangkali transistor dalam situasi yang baik

Transistor NPN
  • Jika kamu pakai multimeter digital, pertama-tama atur posisi saklar ke gambar dioda
  • Setelah itu pertalian probe hitam pada kaki basis (B), dan probe merah pada kaki emitor (E)
  • Jika display perlihatkan angka tertentu, berarti transistor dalam situasi baik
  • Untuk tahu transistor PNP rusak atau tidak, salahkan pertalian probe hitam pada kaki kolektor (C)
  • Jika display perlihatkan angka tertentu, berarti barangkali transistor dalam situasi yang baik

3. Cara Mengukur Kapasitor bersama dengan Multimeter
  • Pertama-tama atur saklar selektor pada multimeter ke posisi kapasitor
  • Setelah itu hubungkan probe merah dan hitam ke kaki-kaki kapasitor
  • Lihat display pada multimeter

4. Cara Mengukur Resistor bersama dengan Multimeter
  • Pertama-tama atur posisi saklar multimeter ke posisi OHM
  • Setelah itu pertalian probe merah dan hitam ke kaki-kaki resistor
  • Lihat display pada multimeter

Sekian Info perihal cara mengukur komponen elektronika pakai multimeter atau multitester atau avometer. Semoga Info tadi bisa menambahkan manfaat 

Selasa, 10 April 2018

Membuat Power Bank Sendiri di Rumah

Gawai memudahkan kami untuk berjumpa bersama dengan siapa pun dan apa pun tanpa mesti singgah atau berjumpa. Kebutuhan bakal gawai secara tidak segera membuatmu makin butuh juga pada charger atau sumber energi yang enteng kamu bawa ke sana-ke mari (karena baterai gawai tidak bakal tahan 24 jam) dan power bank sebagai penambah energi baterai cadangan merupakan pilihan tepat. Pada perjumpaan kali ini, aku bakal mengulas rangkaian power bank yang barangkali kamu ingin membuatnya di rumah.

RANGKAIAN POWER BANK
DAYA YANG DIBUTUHKAN UNTUK MEMBUAT POWER BANK
Power bank merupakan pengisi energi baterai gawai atau smartphone yang memiliki bentuk portabel dan enteng kamu bawa ke mana saja. Alat ini bisa kamu memanfaatkan di saat keadaan sedang mendesak supaya gawaimu yang kehabisan energi bisa di-charger. menyediakan rangkaian IC Regulator LM7805 bersama dengan output tegangan sebesar 5 volt., supaya tetap berjalan semestinya. Pemilihan tegangan output 5 volt selanjutnya sebab didalam proses pengisian energi baterai membutuhkan tegangan yang lebih tinggi berasal dari tegangan yang diisi.

Sekarang banyak kok yang memicu power bank ini sendiri, hal ini disebabkan oleh ketidaksesuaian label power bank yang dijual di beberapa toko bersama dengan tenaga atau energi yang diberikan pada gawai. Bila kamu pernah mengalaminya: tertipu, maka membaca alternatif yang pas adalah membuat sendiri. Pada artikel ini kamu bakal mendapatkan langkah memicu powerbank, bersama dengan energi sesuai keinginanmu.

KOMPONEN RANGKAIAN POWER BANK
Di bawah ini bakal saya berikan Info lengkap tentang rangkaian power bank bernilai murah. Sewaktu kamu ingin merakit komponen power bank, aku rekomendasikan serapi barangkali supaya tampilannya nampak menarik. Bila perlu, kamu mesti memicu atau belanja wadah tersendiri supaya kesanya bagus. Soal output, kamu bisa memanfaatkan kepala USB female dan untuk menghubungkan ke gawai atau smartphone, memanfaatkan kabel USB. Silakan cermati gambar dibawah ini


DAFTAR KOMPONEN:
BT1: battery bersama dengan output 7,4 Volt
C2: kapasitor 1000uF/ 16V
C3: kapasitor 470uF/ 16V
R1: resistor 150 ohm
D1: lampu LED
U1: IC LM 7805 


Senin, 09 April 2018

Pengertian dan Fungsi Relay

Relay adalah Saklar (Switch) yang dioperasikan secara listrik dan merupakan komponen Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri berasal dari 2 bagian utama yaitu Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch). Relay menggunakan Prinsip Elektromagnetik untuk menjalankan Kontak Saklar sehingga bersama dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi. Sebagai contoh, bersama dengan Relay yang menggunakan Elektromagnet 5V dan 50 mA dapat menggerakan Armature Relay (yang bermanfaat sebagai saklarnya) untuk menghantarkan listrik 220V 2A.

Gambar Bentuk dan Simbol Relay
Dibawah ini adalah gambar wujud Relay dan Simbol Relay yang sering ditemukan di Rangkaian Elektronika.



Prinsip Kerja Relay
Pada dasarnya, Relay terdiri berasal dari 4 komponen dasar  yaitu :
  1. Electromagnet (Coil)
  2. Armature
  3. Switch Contact Point (Saklar)
  4. Spring

Berikut ini merupakan gambar berasal dari bagian-bagian Relay:


Kontak Poin (Contact Point) Relay terdiri berasal dari 2 tipe yaitu :
  • Normally Close (NC) yaitu keadaan awal sebelum diaktifkan akan selalu berada di posisi CLOSE (tertutup)
  • Normally Open (NO) yaitu keadaan awal sebelum diaktifkan akan selalu berada di posisi OPEN (terbuka)

Berdasarkan gambar diatas, sebuah Besi (Iron Core) yang dililit oleh sebuah kumparan Coil yang bermanfaat untuk mengendalikan Besi tersebut. Apabila Kumparan Coil diberikan arus listrik, maka akan timbul type Elektromagnet yang sesudah itu menarik Armature untuk bergeser berasal dari Posisi pada mulanya (NC) ke posisi baru (NO) sehingga jadi Saklar yang dapat menghantarkan arus listrik di posisi barunya (NO). 

Posisi dimana Armature selanjutnya berada pada mulanya (NC) akan jadi OPEN atau tidak terhubung. Pada sementara tidak dialiri arus listrik, Armature akan ulang ulang ke posisi Awal (NC). Coil yang digunakan oleh Relay untuk menarik Contact Poin ke Posisi Close terhadap umumnya hanya membutuhkan arus listrik yang relatif kecil.

Arti Pole dan Throw terhadap Relay
Karena Relay merupakan salah satu tipe berasal dari Saklar, maka arti Pole dan Throw yang dipakai di dalam Saklar terhitung berlaku terhadap Relay. Berikut ini adalah penjelasan singkat perihal Istilah Pole and Throw :
  • Pole : Banyaknya Kontak (Contact) yang dimiliki oleh sebuah relay
  • Throw : Banyaknya keadaan yang dimiliki oleh sebuah Kontak (Contact)

Berdasarkan penggolongan kuantitas Pole dan Throw-nya sebuah relay, maka relay dapat digolongkan jadi :
  • Single Pole Single Throw (SPST) : Relay golongan ini punya 4 Terminal, 2 Terminal untuk Saklar dan 2 Terminalnya ulang untuk Coil.
  • Single Pole Double Throw (SPDT) : Relay golongan ini punya 5 Terminal, 3 Terminal untuk Saklar dan 2 Terminalnya ulang untuk Coil.
  • Double Pole Single Throw (DPST) : Relay golongan ini punya 6 Terminal, diantaranya 4 Terminal yang terdiri berasal dari 2 Pasang Terminal Saklar sedang 2 Terminal lainnya untuk Coil. Relay DPST dapat dijadikan 2 Saklar yang dikendalikan oleh 1 Coil.
  • Double Pole Double Throw (DPDT) : Relay golongan ini punya Terminal sebanyak 8 Terminal, diantaranya 6 Terminal yang merupakan 2 pakai Relay SPDT yang dikendalikan oleh 1 (single) Coil. Sedangkan 2 Terminal lainnya untuk Coil.
  • Selain Golongan Relay diatas, terkandung terhitung Relay-relay yang Pole dan Throw-nya melebihi berasal dari 2 (dua). Misalnya 3PDT (Triple Pole Double Throw) ataupun 4PDT (Four Pole Double Throw) dan lain sebagainya.

Untuk lebih tahu perihal Penggolongan Relay berdasarkan Jumlah Pole dan Throw, silahkan lihat gambar di bawah ini


Fungsi-fungsi dan Aplikasi Relay
Beberapa fungsi Relay yang udah umum diaplikasikan kedalam peralatan Elektronika diantaranya adalah :
  1. Relay digunakan untuk menjalankan Fungsi Logika (Logic Function)
  2. Relay digunakan untuk memberi tambahan Fungsi penundaan sementara (Time Delay Function)
  3. Relay digunakan untuk mengendalikan Sirkuit Tegangan tinggi bersama dengan perlindungan berasal dari Signal Tegangan rendah.
  4. Ada terhitung Relay yang bermanfaat untuk menjaga Motor ataupun komponen lainnya berasal dari berlebihan Tegangan ataupun hubung singkat (Short).